Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Timur Tengah Kembali Panas, Rupiah & Mata Uang Asia Lemas

by Visioner Indonesia
April 6, 2026
in Ekonomi
Reading Time: 3min read
Timur Tengah Kembali Panas, Rupiah & Mata Uang Asia Lemas
0
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada awal perdagangan spothari ini, Senin (6/4/2026), menyusul ketegangan geopolitik di Timur Tengah berlanjut hingga bulan kedua. 

Rupiah spot dibuka stagnan di posisi Rp16.995/US$, lalu bergerak melemah 0,02% ke Rp17.003/US$ pada 09:08 WIB. Mahalnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih dipicu oleh melonjaknya harga minyak serta indeks dolar AS terhadap mata uang utama yang bertengger di level 100. 

Harga minyak mentah jenis Brent masih bertahan di level US$110 per barel pada pagi ini pukul 08:45 WIB. Begitu juga dengan WTI dihargai US$111,91 per barel. Perang memicu guncangan pasokan minyak dan menyebabkan krisis energi secara global.

Selain itu, kenaikan harga minyak membuat harga produk turunannya ikut melonjak. Hal ini memicu tekanan inflasi, merusak pertumbuhan ekonomi, dan menambah beban bagi bisnis dan konsumen. 

Di sisi lain, pelaku pasar juga masih kebingungan dan khawatir dengan pertanyaan Presiden AS Donald Trump yang kerap berubah-ubah terkait perang ini. Kadang Trump menyatakan bahwa perang akan segera berakhir, tetapi tidak lama kemudian dia mengancam akan meningkatkan serangan, bahkan ke infrastruktur sipil. 

Sejauh ini, serangan AS telah menyebabkan rusaknya beberapa aset energi di Timur Tengah yang kemudian berdampak panjang terhadap pasokan minyak. 

Menurut OPEC+, memperbaiki kilang dan infrastruktur energi yang rusak bukan hal cepat atau murah. Selain itu, gangguan seperti serangan atau terganggunya jalur pengiriman minyak semakin membuat pasokan tidak stabil dan harga makin mudah bergejolak. 

Negara-negara produsen utama seperti Arab Saudi dan Rusia sepakat menambah target produksi sekitar 206 barel per hari pada Mei mendatang. Namun, karena ekspor minyak dari kawasan Teluk masih terganggu akibat perang, tambahan produksi ini kemungkinan belum benar-benar bisa terealisasi. 

Para analis menilai, masalah utamanya bukan pada kuota produksi atau kebijakan OPEC+, melainkan terganggunya Selat Hormuz. Selama jalur ini belum pulih dan masih tertutup untuk akses distribusi minyak, pasokan minyak global akan tetap terganggu. 

Mata Uang Kawasan

Dari kawasan, pergerakan mata uang cukup beragam meski dengan penguatan terbatas. Dari zona merah ada peso Filipina yang melemah 0,58%, disusul ringgit Malaysia 0,1%, serta rupiah 0,02%. 

Sebaliknya won Korea Selatan menguat 0,18%, di tengah ekspektasi suku bunga acuan yang akan rilis pada pekan ini. Begitu juga yen Jepang menguat terbatas sebesar 0,07%, dolar Singapura 0,06% dan yuan offshore 0,03%.

Pasar masih mencermati kawasan Asia dan memasang mode wait and see. Investor sepertinya masih belum berani mengambil posisi agresif, sambil menunggu kejelasan arah kebijakan moneter serta kondisi geopolitik yang masih dinamis. 

Namun, dibalik pergerakan beragam dan ada beberapa mata uang Asia yang bergerak di zona hijau belum mencerminkan redanya tekanan. Penguatan terbatas pada sejumlah mata uang Asia lebih disebabkan oleh faktor teknikal dan adanya intervensi otoritas, bukan lantaran fundamental yang membaik.

Selama harga minyak bertahan tinggi, pergerakan mata uang Asia masih akan dibayangi tekanan pelemahan. 

Previous Post

KAEF Catat Rugi Rp334,9 Miliar, Rasio Utang Berbunga Melebar

Next Post

Resmi, MK Putuskan Hanya BPK yang Berhak Audit Kerugian Negara

Related Posts

BS OJK Diminta Kawal Tuntas Kasus Rekening Judol, Publik: Ini Uji Kredibilitas Pengawasan
Ekonomi

BS OJK Diminta Kawal Tuntas Kasus Rekening Judol, Publik: Ini Uji Kredibilitas Pengawasan

Juli 15, 2026
PMI Cianjur Korban TPPO di Libya Dipulangkan, Menteri Mukhtarudin: Sinergi Kunci Keberhasilan
Ekonomi

PMI Cianjur Korban TPPO di Libya Dipulangkan, Menteri Mukhtarudin: Sinergi Kunci Keberhasilan

Juli 13, 2026
Perdebatan Data PMI Ilegal di Cianjur, Menteri Mukhtarudin Dorong Pengawasan Lebih Ketat
Ekonomi

Perdebatan Data PMI Ilegal di Cianjur, Menteri Mukhtarudin Dorong Pengawasan Lebih Ketat

Juli 10, 2026
OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Dugaan Pidana di BPR Malang
Ekonomi

OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Dugaan Pidana di BPR Malang

Juli 4, 2026
PAM Jaya Minta Maaf, Pramono Tak Tegas: Ratusan Hari Macet, Warga Korban Pipa 1.000 Km
Ekonomi

PAM Jaya Minta Maaf, Pramono Tak Tegas: Ratusan Hari Macet, Warga Korban Pipa 1.000 Km

Juni 29, 2026
Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya
Ekonomi

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Mei 26, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Polda Metro Jaya Tuntaskan Pelimpahan Don Ritto, JAN: “Publik Kini Percaya pada Polri”

BS OJK Diminta Kawal Tuntas Kasus Rekening Judol, Publik: Ini Uji Kredibilitas Pengawasan

Kapolri Ingatkan Potensi Perpecahan, Saatnya Kita Perkuat Persatuan

PMI Cianjur Korban TPPO di Libya Dipulangkan, Menteri Mukhtarudin: Sinergi Kunci Keberhasilan

JAN Apresiasi Respons Cepat Polri Tangani Teror Bom di SD Jaksel: Anak-anak Tetap Aman

CNG Jadi Alternatif LPG 3 Kg, Gagas Nusantara: Ini Kabar Baik untuk Rumah Tangga dan Ketahanan Energi

TERPOPULER

Polda Metro Jaya Tuntaskan Pelimpahan Don Ritto, JAN: “Publik Kini Percaya pada Polri”

BS OJK Diminta Kawal Tuntas Kasus Rekening Judol, Publik: Ini Uji Kredibilitas Pengawasan

Kapolri Ingatkan Potensi Perpecahan, Saatnya Kita Perkuat Persatuan

PMI Cianjur Korban TPPO di Libya Dipulangkan, Menteri Mukhtarudin: Sinergi Kunci Keberhasilan

JAN Apresiasi Respons Cepat Polri Tangani Teror Bom di SD Jaksel: Anak-anak Tetap Aman

CNG Jadi Alternatif LPG 3 Kg, Gagas Nusantara: Ini Kabar Baik untuk Rumah Tangga dan Ketahanan Energi

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved