Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

KAEF Catat Rugi Rp334,9 Miliar, Rasio Utang Berbunga Melebar

by Visioner Indonesia
April 6, 2026
in BUMN, Ekonomi
Reading Time: 3min read
KAEF Catat Rugi Rp334,9 Miliar, Rasio Utang Berbunga Melebar
0
SHARES
26
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mencatat rugi bersih sebesar Rp334,93 miliar sepanjang 2025.

Posisi rugi itu relatif susut dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp842,27 miliar di tengah upaya restrukturisasi utang yang dilakukan emiten farmasi pelat merah tersebut.

Mengutip laporan keuangan perseroan, KAEF membukukan penjualan neto sebesar Rp9,22 triliun pada 2025. Posisi penjualan itu susut 7,2% dibandingkan dengan penjualan neto tahun sebelumnya sebesar Rp9,93 triliun.

Sementara itu, beban pokok penjualan KAEF sepanjang 2025 mencapai Rp6,15 triliun, turun 11,91% dibandingkan dengan beban tahun sebelumnya sebesar Rp6,99 triliun.

KAEF turut mencatat beban usaha sebesar Rp3,31 triliun pada 2025, relatif naik dari posisi beban tahun sebelumnya sebesar Rp3,79 triliun.

Belakangan, KAEF mencatat rugi usaha sebesar Rp79,75 miliar pada 2025. Posisi rugi itu makin lebar ditekan sejumlah pos beban keuangan, dan pajak.

Di sisi lain, KAEF mencatat rasio utang berbunga terhadap ekuitas atau atau liability interest bearing to equity ratio sebesar 229,18%.

Rasio itu relatif naik dari rasio pada 2024 sebesar 211,6% imbas berkurangnya posisi ekuitas kendati utang ikut susut secara tahunan.

Perinciannya, jumlah utang berbunga sebesar Rp6,61 triliun berasal dari utang bank, pinjaman pemegang saham, liabilitas sewa dan obligasi wajib konversi.

Sementara itu, jumlah ekuitas PTBA sebesar Rp2,88 triliun, susut 15,79% dibandingkan dengan posisi ekuitas tahun sebelumnya di level Rp3,42 triliun.

Suntikan Pinjaman

Sebelumnya, KAEF mendapat pendanaan segar Rp846 miliar dari PT Bio Farma (Persero) lewat skema pinjaman pemegang saham atau shareholder loan (SHL).

Pinjaman pemegang saham itu disalurkan ke KAEF pada 31 Desember 2025. Rencanannya, dana itu akan digunakan untuk modal kerja, pelunasan kewajiban operasional, serta kewajiban perbankan guna mendukung keberlangsungan usaha perseroan.

“Pinjaman pemegang saham atau SHL dari PT Bio Farma (Persero) kepada perseroan dengan nilai Rp846 miliar,” tulis manajemen KAEF dalam keterbukaan informasi, Selasa (6/1/2026).

Suntikan dana ini diberikan di tengah kondisi liabilitas Kimia Farma yang relatif tinggi. Hingga September 2025, total liabilitas KAEF tercatat sebesar Rp11,71 triliun, terdiri atas Rp6,98 triliun liabilitas jangka pendek dan Rp4,73 triliun liabilitas jangka panjang.

Porsi terbesar berasal dari utang bank yang nilainya mencapai lebih dari Rp5,5 triliun.

Dalam skema SHL tersebut, Kimia Farma juga memberikan jaminan senilai Rp775,2 miliar berupa aset tanah, bangunan, piutang, dan persediaan.

Nilai jaminan tersebut setara dengan 120% dari Rp646 miliar, atau sekitar 25,69% dari nilai kekayaan bersih perseroan.

Manajemen KAEF menjelaskan fasilitas pinjaman ini merupakan bagian dari Rencana Restrukturisasi Perusahaan (RRP) yang disusun untuk menjaga stabilitas keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.

Perseroan mengakui saat ini masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan modal kerja, terutama untuk menjaga keseimbangan antara likuiditas dan profitabilitas di tengah kenaikan suku bunga pinjaman.

“Perseroan telah melakukan pengelolaan modal kerja dan adanya kenaikan suku bunga pinjaman merupakan tantangan lain yang signifikan bagi Perseroan,” kata manajemen.

Previous Post

Harga Emas Sudah Drop 12% Usai Perang AS-Iran Pecah

Next Post

Timur Tengah Kembali Panas, Rupiah & Mata Uang Asia Lemas

Related Posts

BS OJK Diminta Kawal Tuntas Kasus Rekening Judol, Publik: Ini Uji Kredibilitas Pengawasan
Ekonomi

BS OJK Diminta Kawal Tuntas Kasus Rekening Judol, Publik: Ini Uji Kredibilitas Pengawasan

Juli 15, 2026
PMI Cianjur Korban TPPO di Libya Dipulangkan, Menteri Mukhtarudin: Sinergi Kunci Keberhasilan
Ekonomi

PMI Cianjur Korban TPPO di Libya Dipulangkan, Menteri Mukhtarudin: Sinergi Kunci Keberhasilan

Juli 13, 2026
Perdebatan Data PMI Ilegal di Cianjur, Menteri Mukhtarudin Dorong Pengawasan Lebih Ketat
Ekonomi

Perdebatan Data PMI Ilegal di Cianjur, Menteri Mukhtarudin Dorong Pengawasan Lebih Ketat

Juli 10, 2026
OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Dugaan Pidana di BPR Malang
Ekonomi

OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Dugaan Pidana di BPR Malang

Juli 4, 2026
PAM Jaya Minta Maaf, Pramono Tak Tegas: Ratusan Hari Macet, Warga Korban Pipa 1.000 Km
Ekonomi

PAM Jaya Minta Maaf, Pramono Tak Tegas: Ratusan Hari Macet, Warga Korban Pipa 1.000 Km

Juni 29, 2026
Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya
Ekonomi

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Mei 26, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Polda Metro Jaya Tuntaskan Pelimpahan Don Ritto, JAN: “Publik Kini Percaya pada Polri”

BS OJK Diminta Kawal Tuntas Kasus Rekening Judol, Publik: Ini Uji Kredibilitas Pengawasan

Kapolri Ingatkan Potensi Perpecahan, Saatnya Kita Perkuat Persatuan

PMI Cianjur Korban TPPO di Libya Dipulangkan, Menteri Mukhtarudin: Sinergi Kunci Keberhasilan

JAN Apresiasi Respons Cepat Polri Tangani Teror Bom di SD Jaksel: Anak-anak Tetap Aman

CNG Jadi Alternatif LPG 3 Kg, Gagas Nusantara: Ini Kabar Baik untuk Rumah Tangga dan Ketahanan Energi

TERPOPULER

Polda Metro Jaya Tuntaskan Pelimpahan Don Ritto, JAN: “Publik Kini Percaya pada Polri”

BS OJK Diminta Kawal Tuntas Kasus Rekening Judol, Publik: Ini Uji Kredibilitas Pengawasan

Kapolri Ingatkan Potensi Perpecahan, Saatnya Kita Perkuat Persatuan

PMI Cianjur Korban TPPO di Libya Dipulangkan, Menteri Mukhtarudin: Sinergi Kunci Keberhasilan

JAN Apresiasi Respons Cepat Polri Tangani Teror Bom di SD Jaksel: Anak-anak Tetap Aman

CNG Jadi Alternatif LPG 3 Kg, Gagas Nusantara: Ini Kabar Baik untuk Rumah Tangga dan Ketahanan Energi

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved