Jakarta – Langkah Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membentuk Satgas Haji bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendapat dukungan masif dari publik. Langkah tegas ini dianggap sebagai jawaban atas keinginan masyarakat agar pelaksanaan haji tahun ini berjalan lancar tanpa adanya kasus jamaah terlantar akibat praktik travel nakal.
Dukungan publik mengalir seiring dengan fokus Polri dalam memberantas haji ilegal, melindungi jamaah dari penipuan, serta menjamin keamanan dan ketertiban. Masyarakat menaruh harapan besar agar fungsi preemtif, preventif, hingga represif yang dijalankan Satgas Haji mampu menyaring biro perjalanan gadungan yang kerap merugikan rakyat kecil.
“Polri memahami keresahan yang berkembang. Kami memastikan akan segera merumuskan langkah konkret agar pelayanan tetap berjalan tanpa memberatkan masyarakat,” ujar Romadhon Jasn mengutip komitmen pelayanan Polri terkait perlindungan jamaah, Rabu (15/4/2026).
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa dalam fungsi preemtif, Polri membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya haji nonprosedural. Sementara pada fungsi preventif, Polri mengawasi ketat travel yang menawarkan paket “haji tanpa antre” dengan visa yang tidak sesuai, terutama menjelang musim haji.
Antusiasme pembaca di berbagai platform media sosial menunjukkan bahwa warga mendambakan keamanan di setiap titik embarkasi maupun debarkasi. Publik menilai kehadiran Polri sebagai garda utama akan memberikan rasa tenang bagi calon jamaah yang sudah menanti keberangkatan selama bertahun-tahun.
“Sementara itu, untuk perpanjangan STNK lima tahunan atau ganti pelat nomor, masyarakat tetap didorong untuk melakukan Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) agar data kepemilikan sesuai dengan identitas terbaru,” tegas Romadhon mengingatkan pentingnya tertib administrasi sebagai kunci perlindungan hukum.
Polri juga memastikan fungsi represif berjalan dengan menindak pelanggaran berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Pelanggaran seperti pemalsuan dokumen dan penipuan jamaah akan diproses hukum secara tegas guna memberikan efek jera bagi sindikat ilegal.
Dukungan masyarakat ini menjadi energi bagi Polri untuk terus bersinergi dengan Kementerian Agama dan pemerintah daerah. Kehadiran Satgas Haji dipandang sebagai bentuk transformasi Polri yang semakin responsif dan humanis dalam mengawal ibadah suci umat Islam.
“Sebagai bagian dari solusi jangka panjang, Korlantas Polri juga mendorong percepatan transformasi sistem melalui digitalisasi data kendaraan, integrasi lintas instansi serta pemanfaatan dokumen pendukung,” tambahnya menekankan pentingnya integrasi data dalam mencegah celah penipuan.
Masyarakat juga diimbau untuk selalu waspada terhadap berita hoax mengenai kuota haji tambahan yang tidak resmi. Polri meminta warga tidak ragu melaporkan segala bentuk kejanggalan yang ditemukan pada biro perjalanan agar bisa segera ditindaklanjuti.
“Jangan malu bertanya, Polri selalu respon dan cepat bersama rakyat. Publik sangat mendukung haji tahun ini lancar tanpa ada kasus, dan Polri telah hadir menjawab tantangan tersebut dengan kerja nyata,” tutupnya.






