Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

BPK Nilai Ditjen Pajak Belum Optimal Lakukan Pengawasan Pajak

by Visioner Indonesia
April 23, 2026
in Ekonomi
Reading Time: 3min read
BPK Nilai Ditjen Pajak Belum Optimal Lakukan Pengawasan Pajak
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkapkan Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) belum optimal dalam melakukan pengawasan dan pemeriksaan perpajakan, sehingga berpotensi membuat penerimaan negara tidak tergarap secara maksimal.

Dalam laporan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester II (IHPS II), BPK mencatat Ditjen Pajak sebenarnya telah menjalankan berbagai upaya pengawasan berbasis risiko, termasuk melalui pemanfaatan Compliance Risk Management (CRM), serta penyusunan Daftar Prioritas Pengawasan (DPP) dan Daftar Sasaran Prioritas Pemeriksaan (DSPP). 

Sepanjang 2023 hingga 2025, Ditjen Pajak juga telah menerbitkan 162.658 Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan (SP2DK) serta 311.736 Surat Penugasan Pemeriksaan (SP2).

Dari sisi target, Ditjen Pajak menetapkan target penerimaan pajak dari kegiatan Pengawasan Kepatuhan Material (KPM) sebesar Rp 234 triliun dan dari kegiatan pemeriksaan perpajakan sebesar Rp 210,5 triliun.

Namun, BPK menilai pelaksanaan di lapangan belum sepenuhnya mendukung optimalisasi penerimaan tersebut.

Hasil pemeriksaan BPK menemukan sejumlah permasalahan mendasar, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan dan evaluasi. Dalam aspek perencanaan, pengawasan dan pemeriksaan pajak dinilai belum sepenuhnya berbasis sektor prioritas dan risiko ketidakpatuhan wajib pajak. 

Selain itu, analisis data dinilai belum komprehensif, termasuk belum optimalnya pemanfaatan informasi transaksi signifikan seperti pengalihan saham.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa perencanaan pengawasan dan pemeriksaan dalam rangka optimalisasi penerimaan perpajakan belum sepenuhnya mempertimbangkan sektor usaha prioritas, belum memperhatikan keselarasan dengan Peta Risiko Kepatuhan dan ability to pay, serta belum memasukkan analisis atas informasi transaksi yang dapat menambah potensi penerimaan negara secara signifikan, salah satunya dari transaksi pengalihan saham pada salah satu WP tahun 2024,” tulis BPK dalam laporannya, Kamis (23/4/2026).

Pada tahap pelaksanaan, BPK juga menemukan bahwa tidak seluruh hasil analisis perpajakan ditindaklanjuti secara memadai. Sejumlah dokumen penting seperti kertas kerja analisis (KKA) dan laporan hasil analisis (LHA) belum sepenuhnya tersedia sebagai dasar pengambilan keputusan lanjutan. 

Kondisi ini berdampak pada belum optimalnya pengamanan potensi penerimaan negara, termasuk komitmen pembayaran wajib pajak yang tercatat mencapai Rp14,92 triliun.

“Hal tersebut mengakibatkan kegiatan pengawasan tidak optimal dalam merealisasikan target penerimaan dari pengawasan kepatuhan material dan risiko hilangnya penerimaan negara,” paparnya. 

Selain itu, prosedur pemeriksaan dinilai belum konsisten dan belum didukung pengujian yang memadai. Dalam beberapa kasus, pemeriksaan belum menguji risiko spesifik, seperti pada sektor mineral nikel yang tidak membandingkan data produksi dengan harga patokan mineral. Hal ini dinilai dapat memengaruhi kualitas hasil pengawasan dan pemeriksaan.

BPK menegaskan berbagai kelemahan tersebut berisiko menurunkan efektivitas pengawasan pajak dan berpotensi menyebabkan hilangnya penerimaan negara.

Sebagai tindak lanjut, BPK merekomendasikan Menteri Keuangan untuk memerintahkan Ditjen Pajak memperkuat sistem pengawasan, termasuk menyempurnakan pemanfaatan CRM dengan menambahkan variabel sektor prioritas, meningkatkan kualitas analisis data perpajakan, serta memastikan seluruh hasil pengawasan ditindaklanjuti secara optimal.

Selain itu, Ditjen Pajak juga diminta melakukan evaluasi menyeluruh atas efektivitas pengendalian pengawasan dan pemeriksaan, serta memperbaiki prosedur pemeriksaan agar lebih konsisten dan berbasis risiko.

Previous Post

BPK Nilai Promosi Program Wisata oleh Kemenpar Bermasalah

Next Post

Reformasi Ekonomi Dorong Minat Investor Global ke Indonesia

Related Posts

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026
Ekonomi

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

April 24, 2026
Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?
Ekonomi

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

April 24, 2026
BP BUMN kawal pertumbuhan ekonomi yang fundamental dan inklusif
BUMN

BP BUMN kawal pertumbuhan ekonomi yang fundamental dan inklusif

April 24, 2026
Reformasi Ekonomi Dorong Minat Investor Global ke Indonesia
Ekonomi

Reformasi Ekonomi Dorong Minat Investor Global ke Indonesia

April 23, 2026
BPK Nilai Promosi Program Wisata oleh Kemenpar Bermasalah
Ekonomi

BPK Nilai Promosi Program Wisata oleh Kemenpar Bermasalah

April 23, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol
Ekonomi

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol

April 21, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

TERPOPULER

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved