Jakarta, 9 Agustus 2026 – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mulai memetakan secara komprehensif industri wisata bahari di Indonesia, mencakup kapal pesiar (cruise), kapal pesiar mewah (yacht), dan liveaboard. Langkah ini sebagai upaya pengembangan wisata bahari yang dinilai berpotensi besar dalam menarik wisatawan mancanegara .
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pemetaan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengembangkan ekosistem wisata bahari yang berkelanjutan. “Semua ekosistem wisata bahari yang berkelanjutan kita dorong untuk bisa tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya saat menghadiri INSA Yacht Festival 2026 di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Sabtu (8/8/2026) .
Menurut Widiyanti, tren wisata bahari mulai dilirik wisatawan karena menawarkan pengalaman indah, terutama saat snorkeling dan menyelam. Indonesia memiliki keunggulan tersebut dengan kekayaan bawah laut yang mendunia. Ke depan, Kemenpar akan melakukan kajian untuk mendorong regulasi yang dapat mengembangkan industri pariwisata bahari .
Kemenpar juga terus memperkuat promosi wisata bahari yang dipadukan dengan program unggulan lainnya seperti gastronomi, wellness, dan fesyen. “Ini bagus untuk kita terus promosikan,” tandas Widiyanti .
Dalam proses pemetaan, Kemenpar menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, baik antar kementerian maupun dengan pelaku industri. Kolaborasi ini diperlukan agar pengembangan wisata bahari dapat berjalan terintegrasi dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir .






