Bandar Lampung, 15 Agustus 2026 – Pengelola BUMDes Semenanjung Badran di Desa Badran Sari, Lampung Tengah, mulai menerapkan pengelolaan wisata berbasis data melalui pendampingan dari akademisi Institut Teknologi Sumatera (Itera) dan Politeknik Negeri Lampung (Polinela). Langkah ini menjadi terobosan dalam mengoptimalkan potensi wisata lokal secara lebih terukur dan berkelanjutan .
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang didukung Program BIMA Kemdiktisaintek 2026 ini bertujuan meningkatkan kemampuan pengelola BUMDes dalam memanfaatkan data untuk mendukung pengelolaan layanan, manajemen, dan pemasaran wisata. Tim PkM yang terdiri dari Muklas Rivai, S.Stat., M.Si., Rosni, S.Mat., M.Si. dari Itera serta Dani Rofianto, S.Mat., M.Kom. dari Polinela menyerahkan Smart Tourism Dashboard kepada pengelola BUMDes sebagai alat bantu pengambilan keputusan .
“Pemanfaatan data dapat membantu pengelola memahami kondisi dan potensi usaha wisata sehingga pengembangan layanan, pengelolaan destinasi, dan strategi pemasaran dapat dilakukan berdasarkan informasi yang lebih terukur,” ujar Ketua Tim PkM, Muklas Rivai . Dashboard tersebut dirancang untuk menyediakan informasi yang relevan dalam pengelolaan wisata, membantu proses pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran .
Kepala Desa Badran Sari, Wibowo, mengapresiasi pendampingan ini. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat dapat meningkatkan kepedulian dan rasa memiliki terhadap potensi wisata Semenanjung Badran. “Keterlibatan masyarakat penting untuk menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan wisata agar manfaat ekonominya dapat dirasakan masyarakat setempat,” ujarnya .
Langkah BUMDes Badran Sari sejalan dengan arahan Menteri Desa Yandri Susanto yang mendorong BUMDes menjadi mesin pertumbuhan ekonomi desa dengan memanfaatkan potensi lokal tanpa bergantung sepenuhnya pada APBN .





