Jakarta, 17 Agustus 2026 – Nilai tukar rupiah memberikan kado istimewa di hari kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia. Pada pembukaan perdagangan Senin (17/8/2026) pagi, rupiah berhasil menembus level Rp17.793 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 34 poin atau 0,19 persen .
Berdasarkan data Bloomberg, pukul 09.08 WIB rupiah bahkan sempat menyentuh level Rp17.786 per dolar AS, menguat 0,23 persen dibandingkan posisi akhir pekan lalu di Rp17.827 per dolar AS .
Penguatan ini terjadi di tengah suasana peringatan kemerdekaan yang berlangsung khidmat di seluruh penjuru tanah air. Masyarakat yang memadati kawasan Monas untuk mengikuti upacara dan pesta rakyat mendapat berkah tambahan dengan menguatnya nilai tukar rupiah.
Faktor Pendorong Penguatan
Penguatan rupiah pada hari kemerdekaan ini didorong oleh beberapa sentimen positif. Meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) menjadi katalis utama. Data inflasi AS yang relatif terkendali membuat pasar memangkas probabilitas kenaikan suku bunga September menjadi sekitar 35 persen, dari sebelumnya 55 persen pada pekan sebelumnya .
Kondisi ini ikut menahan penguatan dolar AS, dengan indeks dolar AS (DXY) bertahan di area 99-100, memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat .
Dari dalam negeri, kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen juga menjadi bantalan bagi rupiah. BI dan pemerintah terus menjaga daya tarik imbal hasil aset rupiah untuk mempertahankan aliran modal asing .
“Kado” HUT RI di Pasar Luar Negeri
Menariknya, penguatan rupiah juga terjadi di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) meskipun pasar spot domestik libur. Rupiah NDF bergerak di rentang Rp17.863 hingga Rp17.835 per dolar AS, menguat sekitar 0,17 persen . Pergerakan ini mencerminkan sentimen positif terhadap rupiah di tengah perayaan kemerdekaan.
Para analis memperkirakan rupiah berpeluang melanjutkan penguatan pada pekan ini, dengan proyeksi pergerakan di kisaran Rp17.700 hingga Rp18.000 per dolar AS .
Hari kemerdekaan tahun ini menjadi momentum istimewa bagi rupiah, menunjukkan bahwa keyakinan pasar terhadap ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah perayaan bersejarah bangsa.






