Jakarta, 1 September 2026 – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mempercepat target swasembada garam nasional yang ditargetkan tercapai pada 2027. Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan impor garam dan meningkatkan kesejahteraan petani garam dalam negeri.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan bahwa sinergi BUMN sangat diperlukan untuk mendukung program-program strategis KKP, termasuk di sektor garam. Kolaborasi lintas sektor dinilai krusial untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi petani garam, mulai dari keterbatasan lahan, teknologi, hingga akses pasar .
Keterlibatan BUMN dalam program ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi industri garam nasional. Dengan dukungan modal, infrastruktur, dan jaringan distribusi BUMN, produksi garam rakyat diyakini dapat ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Pemerintah menargetkan pada 2027, Indonesia tidak lagi bergantung pada impor garam .
Target swasembada garam sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian pangan dan energi nasional, serta mengurangi ketergantungan pada impor . Presiden secara konsisten mengingatkan para pemegang kekuasaan agar mengutamakan kepentingan rakyat dan tidak menyia-nyiakan amanah yang diberikan .
Rencana pengembangan industri garam ke depan akan terintegrasi dengan program-program BUMN lainnya, termasuk dalam hal pendampingan petani dan peningkatan kapasitas produksi . KKP optimistis, dengan sinergi yang kuat, target swasembada garam nasional pada 2027 dapat terwujud.






