Jakarta, 29 Agustus 2026 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Badan Pengelola Investasi Danantara akan menyetorkan dividen BUMN sekitar Rp120 triliun ke kas negara pada tahun ini . Dana jumbo ini diyakini menjadi bantalan fiskal yang kuat untuk menekan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sekaligus mengurangi kebutuhan penarikan utang baru .
Nilai Rp120 triliun tersebut merupakan angka yang diputuskan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto . Purbaya menyebutkan, dana ini akan masuk ke pos Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lainnya .
◀️ Dampak Fiskal dan Defisit
Purbaya menegaskan tambahan penerimaan ini akan berdampak positif pada kesehatan fiskal. Target defisit APBN 2026 yang dipatok 2,85% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berpotensi turun .
“Harusnya turun (defisit),” tegas Purbaya saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (28/8/2026) .
Menurutnya, dana ini tidak hanya menjaga defisit tetapi juga dapat menjadi cadangan fiskal untuk pengeluaran tak terduga . Secara langsung, masuknya tambahan dana mempertebal bantalan fiskal di tengah volatilitas ekonomi global .
📈 Kinerja BUMN dan Target Dividen
Kucuran dividen tahun ini menandai lompatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebelum adanya Danantara, setoran dividen BUMN ke APBN hanya sekitar Rp90 triliun per tahun .
“Kalau tahun-tahun sebelumnya saya cuma dapat Rp90 triliun dari dividen. Kalau meningkat ke Rp120 triliun kan bagus. Jadi pemerintah nggak rugi. Pendapatan malah nambah,” ujar Purbaya .
Meski optimistis, Purbaya belum dapat memastikan skema ini akan berlanjut pada tahun anggaran berikutnya . Untuk RAPBN 2027, target PNBP ditetapkan sebesar Rp517,4 triliun atau turun 10% dari outlook 2026 .






