Dirut BPJS Kesehatan: Kesehatan Masyarakat Fondasi Utama Ekonomi

Jakarta, 5 Oktober 2026 – Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menegaskan bahwa kesehatan masyarakat merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Menurutnya, tanpa masyarakat yang sehat, pembangunan ekonomi tidak akan berkelanjutan.

“Kesehatan bukan hanya soal biaya, tetapi investasi. Masyarakat yang sehat adalah modal dasar bagi produktivitas dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Ghufron dalam seminar nasional bertema “Kesehatan dan Ekonomi: Sinergi untuk Indonesia Emas” di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Kesehatan dan Produktivitas

Ghufron menjelaskan bahwa terdapat korelasi kuat antara kesehatan masyarakat dan produktivitas ekonomi. Pekerja yang sehat memiliki tingkat kehadiran lebih tinggi, produktivitas lebih baik, dan risiko biaya pengobatan yang lebih rendah.

“Setiap rupiah yang diinvestasikan untuk kesehatan akan kembali berkali-kali lipat dalam bentuk produktivitas dan pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Ia menyoroti bahwa banyak negara maju telah membuktikan bahwa sistem kesehatan yang kuat berkontribusi signifikan terhadap kemajuan ekonomi. Jepang, Korea Selatan, dan Singapura adalah contoh bagaimana investasi di bidang kesehatan berbanding lurus dengan kemajuan ekonomi.

Peran BPJS Kesehatan

Sebagai penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan memegang peran strategis dalam menjaga kesehatan masyarakat. Hingga 2026, BPJS Kesehatan telah menjangkau lebih dari 96 persen penduduk Indonesia.

“Kami terus berupaya memperluas cakupan dan meningkatkan kualitas layanan. Karena akses kesehatan yang merata adalah hak setiap warga negara,” ujar Ghufron.

Ia juga menekankan pentingnya pencegahan penyakit, bukan hanya pengobatan. BPJS Kesehatan saat ini tengah memperkuat program skrining kesehatan dan edukasi masyarakat untuk mencegah penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan jantung.

Tantangan ke Depan

Ghufron mengakui masih ada tantangan dalam pengelolaan JKN. Salah satunya adalah defisit yang terus membayangi akibat tingginya biaya klaim. Namun, ia optimistis dengan berbagai upaya efisiensi dan digitalisasi layanan, keberlanjutan program JKN dapat terjaga.

“Kami terus melakukan perbaikan. Baik dari sisi layanan, pengelolaan keuangan, maupun pencegahan penyakit. Ini adalah ikhtiar bersama untuk memastikan masyarakat Indonesia tetap sehat dan produktif,” pungkasnya.

Dukungan Pemerintah

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang hadir dalam acara tersebut menyatakan dukungannya terhadap peran BPJS Kesehatan. Menurutnya, kesehatan adalah investasi jangka panjang yang harus dikelola dengan serius.

“Negara yang kuat adalah negara yang rakyatnya sehat. Kita tidak bisa membangun ekonomi di atas masyarakat yang sakit,” ujar Budi.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat sistem kesehatan nasional, termasuk melalui peningkatan anggaran kesehatan, penguatan fasilitas kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan.


Jakarta, 5 Oktober 2026
Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait

Terbaru