Jakarta, 29 September 2026 – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin angkat bicara mengenai keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan obat flu, khususnya antivirus Oseltamivir, di tengah meningkatnya kasus influenza di Indonesia. Budi menegaskan bahwa stok Oseltamivir sebenarnya tersedia di rumah sakit, namun penggunaannya tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
“Obat flu itu sebenarnya kalau tanya dokter-dokter ya, harusnya dijaga agar imun sistem kita ngatasin itu sendiri,” ujar Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/9/2026) .
Alasan Oseltamivir Tidak Diberikan Bebas
Menkes menjelaskan bahwa Oseltamivir tidak bisa diberikan secara massal atau sebagai langkah pencegahan tanpa penilaian medis. Pemberian obat ini harus berdasarkan pemeriksaan dan pertimbangan dokter, terutama untuk pasien dengan kondisi tertentu.
“Obat ini, ahli juga menyampaikan, enggak bisa terlalu sembarangan diberikan. Karena dia bisa mengakibatkan bahkan resistensi,” jelas Budi .
Menurutnya, penggunaan Oseltamivir yang tidak tepat justru dapat menimbulkan resistensi antivirus. Jika hal itu terjadi, obat tersebut tidak akan efektif lagi ketika dibutuhkan untuk menangani kasus influenza yang lebih berat, seperti H5N1.
“Nanti kalau ada flu yang parah seperti H5N1 zaman dahulu, obatnya jadi resisten malah enggak mempan,” ujarnya .
Prioritas Pemberian Oseltamivir
Kementerian Kesehatan menetapkan bahwa Oseltamivir diprioritaskan bagi pasien dengan kondisi berat atau memiliki penyakit penyerta (komorbiditas) yang berisiko tinggi. Kelompok berisiko tersebut antara lain anak berusia di bawah 2 tahun, lansia di atas 65 tahun, dan ibu hamil .
“Jadi, pembagiannya harus benar-benar hanya diberikan ke orang-orang yang sakitnya parah atau komorbiditasnya tinggi. Tidak semua orang dikasih obat, nanti bisa resisten malah bahaya,” tegas Budi .
Percepatan Distribusi ke 196 Rumah Sakit
Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalusia, menyatakan bahwa pemerintah telah melakukan percepatan distribusi Oseltamivir ke sekitar 196 rumah sakit. Distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah kasus dan kebutuhan pasien di masing-masing fasilitas kesehatan .
“Kami memahami kekhawatiran masyarakat dalam beberapa hari terakhir ini terkait meningkatnya perhatian terhadap influenza A dan sulitnya memperoleh obat antivirus oseltamivir di sejumlah rumah sakit,” ujar Rizka dalam konferensi pers virtual .
Rizka menambahkan bahwa pengadaan Oseltamivir dilakukan melalui berbagai sumber, termasuk produksi dalam negeri dan impor melalui jalur khusus, untuk mengatasi keterlambatan produksi domestik yang belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan .
Imbauan untuk Masyarakat
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau membeli Oseltamivir secara berlebihan. Sebagian besar kasus influenza tanpa tanda bahaya dapat ditangani dengan istirahat yang cukup dan menjaga asupan cairan .
“Sehingga tidak setiap orang harus mendapatkan obat antivirus atau oseltamivir ini,” kata Rizka .
Masyarakat juga diminta untuk tidak menggunakan antibiotik jika tidak terdapat infeksi sekunder, serta tidak membeli atau menyimpan Oseltamivir tanpa resep dokter. Penggunaan yang tidak sesuai indikasi medis dalam jangka panjang dapat menyebabkan resistensi antivirus .
Data Surveilans Influenza
Berdasarkan data surveilans Kemenkes hingga minggu ke-38 tahun 2026, positivity rate influenza tercatat sebesar 56 persen. Meski demikian, kondisi tersebut masih berada dalam kategori medium dan belum menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan .
Virus yang dominan saat ini adalah Influenza A (H1N1pdm09). Sementara itu, untuk varian yang sempat ramai disebut sebagai “super flu” atau H3N2 subclade K, data menunjukkan jumlah temuannya pada tahun ini justru lebih rendah dibandingkan tahun lalu, yaitu 22 kasus pada 2026 berbanding 166 kasus pada 2025 .
Kemenkes terus melakukan pemantauan melalui surveilans di puskesmas, rumah sakit, dan laboratorium kesehatan untuk melihat pola sirkulasi virus serta menyesuaikan langkah penanganan yang diperlukan .




















