Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Kepengurusan Partai Demokrat Tidak Cerminkan Demokrasi

by Redaksi
Juni 4, 2015
in HUKUM
Reading Time: 2min read
gede pasek komentari kepengurusan partai demokrat yang baru

Sumber foto: Kompas

0
SHARES
58
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Senator I Gede Pasek Suardika mengatakan pola kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono di kepengurusan Partai Demokrat sama sekali tidak mencerminkan situasi yang demokratis. “Ketika AU (Anas Urbaningrum) menang, is gunakan pola winning for all dengan merasakan kemenangan untuk semua sehingga yang kalah pun dirangkul di PHT (pengurus harian terbatas). SBY tampaknya beda. SBY memilih winning take all. Begitu menang semua diambil dalam kendali dirinya. Kekuatan penyeimbang diharamkan di dalam,” tulis Gede Pasek di jejaring sosial twitter miliknya.

Sebagian pengamat mengatakan pola kepengurusan partai Demokrat yang dibentuk SBY cenderung ke arah patronisme-klien. Pola ini bisa dilihat dari kepengurusan Partai Demokrat yang dibentuk SBY setelah terpilih lagi sebagai Ketua Umum periode 2015-2020. “Patron di sini kan Ketua Umum, dia punya kekuasaan, punya materi, kedudukan, dan kasih sayang. Sementara, klien itu kan harus punya kesetiaan, integritas, dan loyalitas,” kata Lely Arrianie Napitupulu, pengamat komunikasi politik dari Universitas Bengkulu seperti dilansir laman Republika.

Kepengurusan baru SBY diisi oleh orang-orang yang ‘dekat’ dengannya. Pola patronisme-klien ini akan berakhir jika ‘kaki tangan’ si patron sudah tidak lagi memperlihatkan loyalitas kepadanya. Lely mengatakan, Gede Pasek merupakan politisi Partai Demokrat yang terkena gusur akibat pola patronisme ini. “Itu yang terjadi pada Gede Pasek. Mungkin integritasnya ada di Demokrat tapi loyalitasnya tidak ada lagi. Terutama bukan loyalitas kepada partai melainkan loyalitas kepada ketua umumnya,” lanjut Lely.

Gede Pasek telah dianggap sebagai sosok yang tidak loyal terhadap patronnya, dalam hal ini ketua umum. Sehingga dengan otoritasnya sebagai pimpinan partai, SBY bisa menyingkirkan Gede Pasek karena tidak bisa menyatu dengan visinya.

Kepengurusan Partai Demokrat ala SBY Anti Penyeimbang

Di sisi lain, Gede Pasek mengkritisi pola kepengurusan Partai Demokrat yang dibangun SBY. Ia menganggap SBY anti terhadap kekuatan penyeimbang di partai. “Begitu menang semua diambil dalam kendali dirinya. Kekuatan penyeimbang diharamkan di dalam,” cuit @g_paseksuardika di twitter.

Gede Pasek menilai SBY trauma merekrut orang dengan pola akomodatif, sehingga dengan pola saat ini, kekuatan Demokrat bisa berpusat di Cikeas sepenuhnya, bukan terpisah antara Cikeas dan Duren Sawit seperti yang terjadi di masa Anas Urbaningrum. “Pilihan SBY bisa jadi karena trauma dengan pola akomodatif ala AU (Anas Urbaningrum) justru jadi pintu masuk rontoknya AU karena niat merangkul malah pintu mendongkel,” lanjut Pasek.

Pola patronisme yang cenderung tidak akomodatif dan anti pada kekuatan penyeimbang ini diwujudkan SBY dalam struktur kepengurusan sebagai berikut Sekjen Hinca Panjaitan, dan lima waketum yakni Syarifudin Hasan, Roy Suryo, Djoko Udjianto, Nurhayati Ali Assegaf, Cornel Simbolon hingga Djafar Hafsah. Semuanya kepengurusan partai Demokrat yang baru merupakan tokoh yang dekat dengan Cikeas.

Tags: DemokratGede PasekPartai DemokratSBY
Previous Post

Seorang Wanita Muslim AS, Ditolak kerja Karena Berjilbab

Next Post

Anggota Dewan Booking Artis SB, Fadli Zon Angkat Bicara

Related Posts

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi
HUKUM

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Mei 26, 2026
RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara
HUKUM

RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara

Mei 21, 2026
Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit
HUKUM

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit

April 27, 2026
BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes
HUKUM

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

April 24, 2026
KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan
HUKUM

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

April 24, 2026
Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif
HUKUM

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

April 24, 2026

TERKINI

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Penguatan Kapasitas Akademik Universitas Dr. Soekarjo Banyuwangi Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Institusi

TERPOPULER

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Penguatan Kapasitas Akademik Universitas Dr. Soekarjo Banyuwangi Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Institusi

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved