Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Kepengurusan Partai Demokrat Tidak Cerminkan Demokrasi

by Redaksi
Juni 4, 2015
in HUKUM
Reading Time: 2min read
gede pasek komentari kepengurusan partai demokrat yang baru

Sumber foto: Kompas

0
SHARES
54
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Senator I Gede Pasek Suardika mengatakan pola kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono di kepengurusan Partai Demokrat sama sekali tidak mencerminkan situasi yang demokratis. “Ketika AU (Anas Urbaningrum) menang, is gunakan pola winning for all dengan merasakan kemenangan untuk semua sehingga yang kalah pun dirangkul di PHT (pengurus harian terbatas). SBY tampaknya beda. SBY memilih winning take all. Begitu menang semua diambil dalam kendali dirinya. Kekuatan penyeimbang diharamkan di dalam,” tulis Gede Pasek di jejaring sosial twitter miliknya.

Sebagian pengamat mengatakan pola kepengurusan partai Demokrat yang dibentuk SBY cenderung ke arah patronisme-klien. Pola ini bisa dilihat dari kepengurusan Partai Demokrat yang dibentuk SBY setelah terpilih lagi sebagai Ketua Umum periode 2015-2020. “Patron di sini kan Ketua Umum, dia punya kekuasaan, punya materi, kedudukan, dan kasih sayang. Sementara, klien itu kan harus punya kesetiaan, integritas, dan loyalitas,” kata Lely Arrianie Napitupulu, pengamat komunikasi politik dari Universitas Bengkulu seperti dilansir laman Republika.

Kepengurusan baru SBY diisi oleh orang-orang yang ‘dekat’ dengannya. Pola patronisme-klien ini akan berakhir jika ‘kaki tangan’ si patron sudah tidak lagi memperlihatkan loyalitas kepadanya. Lely mengatakan, Gede Pasek merupakan politisi Partai Demokrat yang terkena gusur akibat pola patronisme ini. “Itu yang terjadi pada Gede Pasek. Mungkin integritasnya ada di Demokrat tapi loyalitasnya tidak ada lagi. Terutama bukan loyalitas kepada partai melainkan loyalitas kepada ketua umumnya,” lanjut Lely.

Gede Pasek telah dianggap sebagai sosok yang tidak loyal terhadap patronnya, dalam hal ini ketua umum. Sehingga dengan otoritasnya sebagai pimpinan partai, SBY bisa menyingkirkan Gede Pasek karena tidak bisa menyatu dengan visinya.

Kepengurusan Partai Demokrat ala SBY Anti Penyeimbang

Di sisi lain, Gede Pasek mengkritisi pola kepengurusan Partai Demokrat yang dibangun SBY. Ia menganggap SBY anti terhadap kekuatan penyeimbang di partai. “Begitu menang semua diambil dalam kendali dirinya. Kekuatan penyeimbang diharamkan di dalam,” cuit @g_paseksuardika di twitter.

Gede Pasek menilai SBY trauma merekrut orang dengan pola akomodatif, sehingga dengan pola saat ini, kekuatan Demokrat bisa berpusat di Cikeas sepenuhnya, bukan terpisah antara Cikeas dan Duren Sawit seperti yang terjadi di masa Anas Urbaningrum. “Pilihan SBY bisa jadi karena trauma dengan pola akomodatif ala AU (Anas Urbaningrum) justru jadi pintu masuk rontoknya AU karena niat merangkul malah pintu mendongkel,” lanjut Pasek.

Pola patronisme yang cenderung tidak akomodatif dan anti pada kekuatan penyeimbang ini diwujudkan SBY dalam struktur kepengurusan sebagai berikut Sekjen Hinca Panjaitan, dan lima waketum yakni Syarifudin Hasan, Roy Suryo, Djoko Udjianto, Nurhayati Ali Assegaf, Cornel Simbolon hingga Djafar Hafsah. Semuanya kepengurusan partai Demokrat yang baru merupakan tokoh yang dekat dengan Cikeas.

Tags: DemokratGede PasekPartai DemokratSBY
Previous Post

Seorang Wanita Muslim AS, Ditolak kerja Karena Berjilbab

Next Post

Anggota Dewan Booking Artis SB, Fadli Zon Angkat Bicara

Related Posts

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu
HUKUM

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

April 15, 2026
Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?
HUKUM

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

April 13, 2026
Kronologi Ahmad Sahroni Diperas Rp300 Juta oleh Pegawai KPK Palsu
HUKUM

Kronologi Ahmad Sahroni Diperas Rp300 Juta oleh Pegawai KPK Palsu

April 11, 2026
Yusril Soal Peran TNI dalam Terorisme: Hanya BKO ke Polisi
HUKUM

Yusril Soal Peran TNI dalam Terorisme: Hanya BKO ke Polisi

April 11, 2026
OTT Bupati Tulungagung, KPK Tangkap 16 Orang
HUKUM

OTT Bupati Tulungagung, KPK Tangkap 16 Orang

April 11, 2026
Kejagung Amankan Kajari Karo Soal Kasus Amsal Sitepu
HUKUM

Kejagung Amankan Kajari Karo Soal Kasus Amsal Sitepu

April 6, 2026

TERKINI

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Singojuruh Perkuat Konsolidasi dan Semangat Kader Golkar

TERPOPULER

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Singojuruh Perkuat Konsolidasi dan Semangat Kader Golkar

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved