Triceratops salah satu dinosaurus terpopuler di dunia ternyata memiliki keunikan pada giginya yang setajam pisau chef. Hal tersebut diungkapkan oleh Gregory Erickson peneliti gabungan Amerika Serikat, Selasa, 16 Juni 2015 dikutip laman Tempo.
Hasil studi terbaru mengungkap bahwa gigi reptile berumur 66 juta tahun ini lebih kompleks daripada gigi reptile lainnya dan menyaingi gigi mamalia pengunyah tumbuhan. “Gigi Triceratops lebih canggih dari yang pernah diperkirakan sebelumnya,” kata Gregory yang juga seorang pakar paleobiologi dari Florida State University.
Gigi Triceratops berfungsi semacam pisau saat mengunyah tumbuhan, dan mempermudah dalam memakan makanan. Temuan ini di terbitkan dalam jurnal Science Advances edisi 5 Juni 2015.
Para peneliti dalam jurnal tersebut menyatakan gigi Triceratops memiliki lima jaringan. Sebagai perbandingan reptile modern hanya memiliki dua gigi, enamel dan detin, sebuah jaringan yang lebih padat daripada tulang. Sedangkan gigi kuda dan bison, yang sebelumnya dianggap paling kompleks, hanya punya empat lapisan.
Dari kelima lapisan pada gigi Triceratops, ada satu lapisan yang paling penting, yakni vasodentin, sebuah lapisan keras dentin berpori dan berisi pembuluh darah. Jaringan ini menurut para peneliti, jarang ditemukan dan tak pernah ditemukan selain pada ikan bertulang. “Hanya, proses porositas dapat membuat lapisan ini rentan aus,” kata Brandon Krick, asisten professor mekanika teknik di Leigh University Pennsylvania.
Ketika Triceratops mengunyah makanan, kata Krick, lapisan vasodentin lama-kelamaan akan aus dan membentuk semacam lembah pada permukaan gigi. “Mirip dengan pisau koki.”
Gigi pencacah ini juga memberi keuntungan evolusioner. “Membantu Triceratops mengkonsumsi beragam jenis tumbuhan, memberi keuntungan disbanding dinosaurus herbivora lainnya,” tutur Krick.
Bentuk lekukan seperti lembah itu juga membuat proses pencacahan makanan lebih efisien dan meningkatkan tekanan pada bagian tepinya, sehingga dinosaurus bias mengunyah makanan tanpa harus memasok banyak tekanan pada giginya. Lekukan itu pun membantu Triceratops mengurangi kontak antara gigi dan makanan berdaun, sehingga proses lbih efisien.
Melalui temuan tersebut, Erickson dan Krick beranggapan informasi tentang cara adaptasi Triceratops dapat diketahui. “Cara hidupnya lebih kompleks daripada yang kita sadari sebelumnya,” kata dia. (Muhamad Rizky Pradila / AP)



