Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Kemenkes: Penertiban iklan film provokatif cegah peniruan bunuh diri

by Visioner Indonesia
April 6, 2026
in Entertainment
Reading Time: 2min read
Kemenkes: Penertiban iklan film provokatif cegah peniruan bunuh diri
0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (Visioner) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan perlunya penertiban materi promosi film yang dinilai kontroversial, seperti Aku Harus Mati, karena memajang hal seperti itu di ruang publik berisiko memicu peniruan bunuh diri pada individu yang rentan.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi mengatakan media dan materi promosi memiliki kekuatan untuk membentuk cara orang memahami masalah. Judul, gambar, atau narasi yang menyederhanakan bunuh diri menjadi solusi atas penderitaan dapat menurunkan ambang resistensi bagi mereka yang sedang rapuh.

“Paparan berulang terhadap pesan yang meromantisasi atau menormalisasi tindakan tersebut dapat menjadi pemicu bagi individu dengan riwayat depresi, impulsifitas, atau pengalaman traumatis,” katanya di Jakarta, Senin.

Perdebatan publik sebagai reaksi dari materi iklan tersebut, katanya, bukan sekadar soal estetika atau kebebasan berekspresi. Ketika tema bunuh diri dihadirkan tanpa kehati-hatian, dampaknya bisa menyentuh keselamatan publik. Menurutnya, iklan harus disajikan secara aman, seperti yang dituangkan dalam etika pariwara.

Oleh karena itu konteks penyajian menjadi krusial, kata dia, apakah pesan itu menempatkan bunuh diri dalam kerangka kompleksitas masalah kesehatan jiwa dan pencegahan, atau justru menonjolkan unsur dramatis yang memuliakan tindakan.

“Kekhawatiran profesional kesehatan jiwa dan langkah penertiban materi promosi yang dilaporkan menunjukkan bahwa efek provokatif bukan sekadar spekulasi. Pilihan kata yang tampak sepele, menggambarkan bunuh diri sebagai ‘pilihan’ atau ‘pembebasan’, bisa ditangkap sebagai legitimasi oleh orang yang sedang putus asa,” katanya.

Di sisi lain, penyajian yang menekankan adanya bantuan, menyoroti faktor penyebab yang kompleks, dan mengarahkan orang ke layanan dukungan dapat mengurangi risiko peniruan dan membantu mengubah narasi dari sensasi menjadi pencegahan.

“Data layanan krisis dan laporan kematian yang tercatat memperkuat gambaran bahwa masalah kesehatan jiwa semakin nyata di masyarakat. Dari laporan Kepolisan pada tahun 2023 tercatat 1.350 kasus kematian karena bunuh diri dan meningkat menjadi 1.450 pada 2024,” katanya.

Selain itu, layanan krisis kesehatan jiwa menunjukkan lonjakan permintaan. Volume panggilan dan pesan ke layanan healing119 meningkat dari sekitar 400 panggilan pada Agustus 2025 menjadi 550 panggilan per hari pada 2026.

Penelitian modern tentang suicide exposurememperkirakan bahwa satu kematian akibat bunuh diri dapat memengaruhi hingga sekitar 135 orang dalam berbagai derajat, mulai dari duka intens hingga paparan sekunder yang menimbulkan stres atau risiko kesehatan jiwa

Menurutnya, untuk menghadapi realitas ini diperlukan tanggung jawab kolektif. Pembuat film, tim pemasaran, pengelola ruang publik, dan media memiliki peran untuk memastikan bahwa pesan yang disebarkan tidak memperbesar risiko.

“Konsultasi dengan ahli kesehatan jiwa saat merancang kampanye, penghapusan atau revisi materi promosi yang berisiko, serta penyertaan pesan dukungan dan rujukan layanan pada setiap materi yang menyentuh tema bunuh diri adalah langkah-langkah yang dapat mengubah nada komunikasi dari provokatif menjadi protektif,” katanya.

Di tingkat masyarakat, penting untuk menumbuhkan kesadaran bahwa bunuh diri jarang merupakan hasil dari satu penyebab tunggal. Hal itu biasanya muncul dari kombinasi gangguan mood, tekanan sosial, krisis situasional, dan faktor biologis atau riwayat.

Previous Post

Gunung Semeru erupsi 7 kali Senin pagi, tinggi letusan mencapai 1,1 km

Next Post

Purbaya Jamin BBM Subsidi Tak Naik Hingga Akhir 2026 Tapi Kehati-hatian Tetap Diperlukan

Related Posts

Waspada Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Jangan Tergiur
serba serbi

Waspada Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Jangan Tergiur

April 27, 2026
Alasan Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi & Syifa Hadju
Entertainment

Alasan Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi & Syifa Hadju

April 27, 2026
serba serbi

Presiden Prabowo Gelar Silaturahmi dan Diskusi Bersama para Tokoh Bangsa

Maret 4, 2026
Entertainment

Perang Kecerdasan Buatan: OpenAI Kembali Tuding DeepSeek JiplaK

Februari 13, 2026
Entertainment

Agak Laen: Menyala Pantiku! Salip Jumbo Jadi Film RI Terlaris

Januari 4, 2026
serba serbi

Profil Arif Satria: Rektor IPB jadi Kepala BRIN

November 11, 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Penguatan Kapasitas Akademik Universitas Dr. Soekarjo Banyuwangi Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Institusi

Dasco di Manado: Menjaga Soliditas, Merawat Stabilitas

TERPOPULER

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Penguatan Kapasitas Akademik Universitas Dr. Soekarjo Banyuwangi Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Institusi

Dasco di Manado: Menjaga Soliditas, Merawat Stabilitas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved