Partai Amanat Nasional (PAN) menunjukkan bahwa kelompoknya merupakan partai yang terbuka. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan bahwa dalam ajang Pilkada serentak yang akan digelar pada akhir tahun ini, partainya siap mencalonkan pemimpin dari partai lain, asal memiliki wawasan kebangsaan yang bagus. PAN, menurut bang Zul (sapaan akrab Zulkifli Hasan) bisa saja mengusung PNS, atau tokoh masyarakat sebagai calon kepala daerah.
“Calon peserta pilkada bisa dari kader PAN, bisa dari kader partai lain, bisa dari tokoh masyarakat, bisa dari pegawai negeri sipil. Tidak ada pengkotak-kotakkan kader terbaik, yang penting memiliki wawasan kebangsaan,” terang Zul beberapa waktu lalu di Riau seperti dilansir laman Antara.
Syarat wawasan kebangsaan yang dituntut bang Zul untuk setiap calon yang akan diusung PAN memiliki arti bahwa tokoh tersebut tidak mementingkan golongan, apalagi kepentingan pengusungnya saja. Pemimpin yang akan dicalonkan PAN sebagai kepala daerah harus memiliki orientasi pada kepentingan orang banyak atau seluruh rakyat di daerah yang dipimpinnnya masing-masing.
Bang Zul mengatakan tidak peduli dari mana asal calon pemimpin yang akan diusungnya itu, yang penting baginya adalah sosok tersebut peduli pada kondisi sosial masyarakat yang ada. Zulkifli juga membuka lebar pintu pencalonan bagi kader-kader partai yang bermasalah di internalnya.
Seperti diketahui saat ini ada dua partai yang internalnya terjadi dualisme, yaitu Golkar dan PPP. Kedua partai tersebut hingga saat ini masih mengalami konflik antara dua kubu yang saling bersitegang di masing-masing partai. “Masuk alhamdulillah, tetap Golkar dan PPP tidak apa-apa. Silakan maju, kita dari PAN terbuka. Kita kasih karpet biru teman parpol lainnya. Yang penting kandidat benar-benar ingin memajukan rakyat,” ungkap Zul lebih lanjut.
Bang Zul juga mengatakan tidak ada istilah pengkotak-kotakkan kader terbaik di partainya. Ia menilai yang terbaik merupakan sosok yang bisa mengakomodir kepentingan orang banyak di atas kepentingan golongan, meski sosok tersebut bukan kader PAN. PAN merupakan partai yang tidak terjebak dalam konflik internal seperti yang dialami Golkar dan PPP, meski pertarungan Zulkifli Hasan melawan incumbent Hatta Rajasa saat Kongres PAN beberapa waktu lalu memiliki hasil dengan selisih yang sangat tipis.






