Joseph “Sepp” Blatter, Presiden Presiden Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menantang bagi siapa saja yang menyebutnya telah melakukan korupsi selama menjabat sebagai Presiden FIFA. Blatter merasa sebagai orang yang bersih dari tindakan kriminal itu. Blatter juga mengakui bahwa dia belum secara resmi mundur sebagai Presiden FIFA. Blatter masih menunggu sampai terpilihnya presiden baru melalui Kongres Luar Biasa FIFA.
Sebelumnya, pada 2 Juni lalu, Blatter yang baru empat hari terpilih lagi sebagai Presiden FIFA untuk periode kelima, menyatakan mundur dan siap menyerahkan mandatnya kepada Kongres yang diharapkan digelar tahun ini juga. FIFA menyatakan berencana berencana menggelar kongres luar biasa di Zurich, Swiss antara Desember dan Februari mendatang.
Banyak spekulasi yang menyatakan bahwa mundurnya Blatter dari posisinya sebagai Presiden FIFA terkait dengan skandal kasus korupsi yang melibatkan para petinggi organisasi tersebut. Setelah beberapa petinggi FIFA ditangkap atas permintaan Kejaksaan Amerika Serikat, banyak yang menyebutkan bahwa Blatter sebagai orang tertinggi juga terlibat dalam skandal korupsi.
Presiden FIFA Minta Bukti Dirinya Korup
“Saya memiliki hati nurani yang bersih. Jika seseorang menuduh saya korup, saya bertanya kepadanya apakah dia tahu arti kata itu. Siapapun yang memanggil saya korup akan harus membuktikan itu. Tetapi, tidak ada yang bisa membuktikan bahwa saya tidak korup,” kata Blatter seperti yang dikutip dari laman Kompas.com.
“Saya terbuka untuk memperbaiki atau mendapat kritik positif. Saya dapat menggunakannya untuk mempertimbangkan kembali jika saya perlu berubah pada masa depan. Tetapi, kalau ada yang memanggil saya korup karena FIFA rusak, saya hanya bisa menggelengkan kepala. Semua orang yang mengatakan seperti itu harus masuk penjara.”
“Agama saya telah memberikan saya kekuatan selama minggu terakhir. Saya orang yang religius dan sering memanjatkan doa. Saya memiliki sebuah salib emas yang telah diberkati oleh Paus Benediktus XVI. Saya percaya saya akan pergi ke surga suatu hari nanti. Tetapi, saya tidak percaya ada neraka,” tandasnya. (Syaifulloh Amir / AP)


