INDONESIA VISIONER – Peringati hari lahir Pancasila 1 juni, puluhan aktifis pergerakan mahasiswa islam Indonesia (PMII) cabang Sidoarjo tuntut dicabutnya ijin pengeboran baru lapindo dan Pendidikan gratis 12 tahun di Sidoarjo.
Tuntutan yang disuarakan melalui aksi demonstrasi di depan kantor pemerintah kabupaten (pemkab) Sidoarjo dan dilanjutkan didepan gedung DPRD itu , dijaga puluhan aparat polres Sidoarjo.
Ketua PMII Sidoarjo Mahmudah menyatakan, momentum hari lahir pancasila ini menjadi ruang refleksi bersama khususnya bagi Sidoarjo.
”Masih ada jarak antara harapan masyarakat Sidoarjo secara ideal dengan kenyataannya di lapangan sebagaimana nilai nilai dasar negara, Pancasila ,” ungkap ketua cabang Pmii ini, rabu (1/6)
Khusus terkait tuntutan yang diusung olehnya pada hari lahir pancasila ini , Mahmuda menyampaikan, pertama, semburan lumpur Sidoarjo yang memasuki tepat 1 dekade atau 10 tahun ini, menunjukkan tata kelola industri migas yang buruk dan berdampak negatif ke masyarakat hingga saat ini.
Kedua, terkait pendidikan di Sidoarjo , kondisinya masih memprihatinkan dimana akses masyarakat miskin khususnya, atas pendidikan masih penih hambatan dengan madih maraknya berbagai modus pungutan.
Aksi yang diwarnai teatrikal ” sholat ghaib” dan nyanyian khas demonstrasi
Aksi demo ini, baik di pemkab maupun gedung DPRD ini tak satupun ada yang menerima ataupun menemui hingga akhirnya para aktifis PMII ini menutup aksinya dengan berorasi di depan monumen Jayandaru. (Hdr-VIS)

