Jakarta- Ketua Umum Himsar Jaya Fazin Hisabi meminta aparat kepolisian memeriksa kebenaran terkait dugaan ijazah palsu yang dimiliki oleh Wakil Bupati Saroalngun Hilalatul Badri.
Fazin mengatakan kebenaran terkait hal itu perlu di ungkap ke publik agar tidak menjadi komoditas politik disaat ada momentum politik.
“Isu ijazah palsu milik Bapak Hilal yang kini adalah wakil Bupati Sarolangun ini sudah lama mencuat, dan tentu kita perlu tahu kebenaran nya, sebagai mahasiswa tentu kami butuh pihak yang berwewenang seperti aparat kepolisian untuk betul-betul memastikan itu agar masyarakat mengerti dan tidak salah persepsi.”Ujar Fazin Rabu 18 Agustu 2021 di Jakarta.
“Sebab begini, jika ini dibiarkan tanpa ada pembuktian pertama akan merusak nama baik yang bersangkutan, kemudian kedua tentu sebagai pejabat publik yakni wakil bupati tentu berpengaruh terhadap leading sektor yang dia pimpin yakni Pemkab Sarolangun akan menjadi buruk citranya, itu kalo tidak terbukti. Tapi kalau terbukti pertama ini adalah kasus pemalsuan data dan kena ancaman pidana, kedua ini juga masuk kategori pembohongan publik terhadap seluruh masyarakat sarolangun, dan tentu nya ini adalah contoh yang amat sangat buruk bagi generasi muda sarolangun’ lanjut Fazin.
“Jadi menurut saya publik harus tau kebenaran nya berdasarkan penyampaian pihak kepolisian,” kata Fazin.
Fazin juga menyarankan, untuk membuktikan itu. Polda Jambi perlu membuat tim khusus pencari fakta agar tau kebenaran nya. Menurut nya kasus yang melibatkan pejabat publik harus disikapi dengan serius.
“Bisa juga pihak kepolisian khususnya di wilayah provinsi Jambi, membentuk tim pencari fakta terkait hal ini, agar semua jelas dan ada kepastian isu, sebab beliau ini kan pejabat publik, wakil bupati bahkan mantan anggota DPRD Provinsi, jika ini terbukti dan beliau bersalah wah betapa gila nya negara ini, kita dipimpin oleh orang yang pintar menipu dengan ijazah palsu. Sebalik nya jika tidak terbukti masyarakat harus tau dan membersihkan persepsi buruk yang mungkin selama ini sudah di persepsikan terhadap beliau“ kata Fazin.
“Tujuan kami sederhana, jika isu ini cleare dan isu-isu lain nya seperti isu keterlibatan beliau dalam kasus korupsi saat masih anggota DPRD dahulu sudah cleare semua, artinya jika nanti ada Pilkada dan punya niat mencalonkan diri nama beliau bersih dengan sendiri nya, begitu juga sebaliknya, jika itu benar masyarakat sarolangun tidak perlu merasa khwatir dipimpin beliau, karena tentu sudah ada proses hukum yang jelas dan berkeadilan,” tutup Fazin.
Seperti diketahui, Beberapa waktu saat pencalonan Hilalatul Badri sebagai wakil bupati Sarolangun sempat mencuat isu tentang ijazah palsu yang dimiliki nya, isu ini santer beredar di kalangan aktivis bahkan sering didengar di Mabes Polri dan kejaksaan agung.
Sampai saat ini isu terkait ijazah palsu dan keterlibatan dalam kasus korupsi uang ketuk palu saat menjadi anggota DPRD Provinsi Jambi belum ada kejelasan fakta berikutnya. Namun kedua isu tersebut kerap muncul di saat moment politik hadir.

