
Cirebon,-Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Hery Susanto menghadiri Sosialisasi Format 9 Paradigma Baru Sektor Pendidikan dalam Perspektif Pelayanan Publik, Sabtu (16/4/2022), di Swiss-Belhotel kota Cirebon yang diadakan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kota Cirebon.
Hery Susanto menyampaikan bahwa institusi pendidikan di Indonesia masih banyak diwarnai oleh pembelajaran paradigma lama. Hal tersebut menyebabkan terjadinya kesenjangan antara kebutuhan perkembangan dan belajar peserta didik dengan yang didapatkannya sehingga bermuara pada kesenjangan dengan kebutuhan masyarakat.
“Sistem pembelajaran pendidikan paradigma lama menempatkan siswa sebagai objek pembelajaran bukan individu yang aktif mengkontruksi pengetahuan dan menemukan makna belajarnya sendiri”, akunya.
Lebih lanjut Hery panggilan akrab anggota Ombudsman Republik Indonesia ini menjelaskan bahwa Sistem pembelajaran pendidikan paradigma lama menempatkan siswa sebagai objek pembelajaran bukan individu yang aktif mengkontruksi pengetahuan dan menemukan makna belajarnya sendiri. Sekolah seolah menjadi institusi pendidikan yang memiliki batas sistem sangat jelas dan bersifat tertutup.
“Pengalaman dan keluasan sumber belajar direduksi dalam teks-teks yang terstruktur yang mengkooptasi pemikiran pendidik dan peserta didik”, ucapnya.
Hery mengungkapkan bawah Perubahan sistem pendidikan diperlukan karena lingkungan dari sistem berubah secara dramatis. Menurut Hery ada tiga gelombang perubahan yakni Pengembangan agrikultur, Revolusi industri dan Revolusi informasi. “Gelombang perubahan ini telah mempengaruhi kehidupan terutama keluarga, dunia bisnis, transportasi, dan pendidikan”, ucapnya.
Pria kelahiran Cirebon ini berharap DPD KNPI kora Cirebon ikut andil melakukan responsif terhadap berbagai kepentingan publik khususnya pada sektor pendidikan dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait 9 Paradigma baru dalam kurikulum pendidikan 2022. Ia juga mengajak agar masyarakat mengenal 9 paradigma baru dalam kurikulum pendidikan 2022, “Sebagai gambaran akan implementasi kurikulum baru ini menjadi lebih terarah, tepat dan mencapai tujuan pelaksanaanya”, ungkapnya.
Diketahui bahwa 9 paradigma baru dalam kurikulum pendidikan 2022 adalah sebagai berikut : Struktur Kurikulum Profil Pelajar Pancasila, Istilah KI dan KD menjadi Capaian Pembelajaran (CP), Jumlah Jam Pelajaran Ditetapkan Pertahun, Pembelajaran Berbasis Projek, Asesemen Bersifat Kolaboratif, Kembalinya Mata Pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Sosial (IPAS), Program Peminatan di SMA Tidak Diberlakukan dan Presentasi Kelompok Kejuruan Menjadi 70%.
