
Jakarta, Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa Sulawesi Tenggara (GAM Sultra) Jakarta kembali mendatangi menduduki Gedung Komisi Pemberantasn Korupsi (KPK) mereka mendesak KPK untuk segera memanggil dan memeriksa Bupati Bombana Sulawesi Tenggara atas dugaan korupsi Mega proyek pembangunan RSUD VIP Bombana dan Pengadaan bibit kopi
“Kami meminta KPK untuk memanggil dan memeriksa Bupati Bombana H. Tafdil atas dugaan korupsi Proyek RSUD VIP Bombanda dan Pengadaan Bibit Kopi”, ujarnya Razaq Ode Selasa, 17/05/2022.
Mahasiswa Univesitas Nasional ini terlihat sempat berdiri di depan tugu Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, seraya mengarahkan pembesar suara kedalam Gedung KPK. Situasi sempat memanas, namun terlihat Razaq Ode segera turun dari tugu tersebut, mengingat mereka baru saja memulai aksi unjuk rasanya.
“Kawan-kawan masa aksi serta media pers, saksikanlah, hari ini sudah kali kedua kami mendatang Gedung KPK ini, untuk menuntut agar KPK segera memanggil dan memeriksa Bupati Bombana yang terlibat dalam kejahatan luar biasa yaitu dugaan korupsi yang dilakukan dalam pembangunan Rumah sakit yang hari ini pula konstruksinya tidak layak”, ucap Ketua Umum GAM SULTRA Jakarta.
Setelah menyampaikan orasi, Mahasiswa Nasional tersebut kemudian menyampaikan tuntutannya secara lugas dan faktual yang sempat disaksikan langsung oleh beberapa orang pegawai KPK dan sejumlah wartawan di sekitaran Gedung KPK.
Tuntutan mereka adalah segera periksa bupati bombana yang terlibat dalam kasus korupsi mega proyek pembangunan RSUD VIP Kabupaten bombana yang anggarannya triliunan rupiah dan mendesak kpk untuk juga memeriksa terkait keterlibatan H. Tafdil dalam dugaan korupsi pengadaan bibit kopi TA 2022.
Said Rawan menambahkan kami meminta KPK bisa melaksanakan tugasnya dengan baik dengan memanggil dan memeriksa H. Tafdil.
“Kami menegaskan untuk terus mengawal dan melakukan aksi hingga berjilid-jilid hingga Bupati Bombana dipanggil dan diperiksa”, tutupnya.
