
Jakarta, Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia Akril Abdillah meminta menteri perdagangan (Mendag) untuk melibatkan Polri atasi kendala teknis soal harga minyak goreng. Pasalnya hingga saat ini harga minyak goreng di sejumlah daerah di Indonesia belum mencapai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
“Mendag harus melibatkan Polri atasi kendala teknis soal minyak goreng, Polri sangat terbukti jika diberi peran untuk atasi kendala seperti ini”, ucap Akril pada Media, Rabu/25/2022.
Akril mengatakan Menteri Perdagangan tidak bisa kerja sendiri untuk memastikan HET tercapai, mesti melibatkan semua unsur khususnya Polri. Menurutnya kendala HET terletak pada intervensi lapangan yang tidak maksimal dijalanka oleh pemerintah dalam hal ini Menteri Perdagangan.
“Menteri perdangangan tidak bisa kerja sendiri, harus libatkan semua unsur khususnya Polri agar harga minta curah dipasaran kembali murah”, tuturnya.
Akril mengatakan Polri memiliki Personil yang cukup yang tersebar hingga ke pelosok-pelosok. Sehingga menurutnya aparat kepolisian bisa melakukan pengawasan sekaligus memastikan minyak goreng terdistribusi sesuai ketentuan.
“Aparat kepolisian yang tersebar hingga ke pelosok-pelosok, dinilai mampu memastikan minyak goreng terdistribusi sesuai dengan ketentuannya”, ucapnya.
Lebih lanjut Ia mengapresiasi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang telah merespon keluhan masyarakat atas mahalnya harga minyak goreng dengan menerbitkan surat telegram yang memerintahkan jajaran Polda untuk mengawal kebijakan pemerintah terkait minyak goreng curah.
“Visioner Indonesia mengapresiasi Kapolri yang merespon cepat mahalnya harga minyak goreng dengan memerintahkan jajaran Polda untuk mengawal kebijakan pemerintah tentang minyak goreng curah”, pungkasnya.
Untuk diketahui Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo baru saja menerbitkan surat telegram dengan Nomor ST/990/V/RES.2.1/2022 tanggal 20 Mei 2022, untuk memastikan ketersediaan minyak goreng, kelancaran distribusi, juga harga penjualan sesuai HET.
