
Jakarta,- Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Jantung Gerakan Jakarta (JAGA Jakarta) melakukan demonstrasi di Kantor Jaris & K dan Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) Jum’at, 26/08/2022.
Kedatangan mereka ingin melaporkan dugaan
rantai korupsi yang terstruktur yang dilakukan oleh pimpinan PT. Jakarta Infrastruktur Propertibdo (JIP) dan PT. Trimedia Imaji Rekso Abadi (TIRA) dan Jaris & K pada pengadaan proyek Papan Reklame Digital.
Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Jantung Gerakan Jakarta (JAGA Jakarta) Rahman Gorbacev menyampaikan bahwa Jakarta Infrastruktur Propertibdo (JIP) pernah mempercayakan atau menunjuk PT. PT Trimedia Imaji Rekso Abadi (TIRA) bersama dengan anak perusahaannya untuk melaksanakan beberapa proyek di MRT Jakarta yakni Papan reklame Digital senilai 100 Milyard namun beberapa proyek tidak berjalan.

“Kami melihat bahwa pada proyek tersebut ada konflik kepentingan (Kongkalingkong) antara pimpinan JIK dan Jaris & K dalam proses tender proyek pengadaan Papan reklame Digital tersebut. Selama itu kami menemukan cacat prosedur dalam kerja sama perusahaan tersebut sehingga mengakibatkan rusaknya tata kelola perusahaan”, ucap Rahman Gorbacev.
Rahman Gorbacev mengungkapkan sebelumnya dua pimpinan PT. JIP telah ditetapkan tersangka oleh KPK RI atas dugaan korupsi Pertama, pembangunan menara telekomunikasi oleh PT JIP tahun 2015-2018. Kedua, pengadaan barang/jasa pembangunan infrastruktur Gigabit Passive Optical Network (GPON) oleh PT JIP tahun 2017- 2018. kerugian keuangan negara dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi oleh PT JIP mencapai Rp 315 miliar. Kedua tersangka tersebut adalah mantan Direktur Utama Ario Pramadhi dan mantan Vice President Finance dan IT PT JIP Christman Desanto.
“Jadi sebelumnya sudah ada dua pimpinan PT. JIP telah ditetapkan tersangka oleh KPK RI atas dugaan korupsi l pembangunan menara telekomunikasi dan pengadaan barang/jasa pembangunan infrastruktur Gigabit Passive Optical Network (GPON”, ungkapnya.
Lebih lanjut Rahman Gorbacev mengatakan bahwa dalam kasus tersebut kami masih menemukan adanya kejanggalan yang belum terendus oleh Aparat Penegak Hukum (APH), karena berdasarkan beberapa data dan bukti-bukti yang kami miliki ada nama perusahaan yang terlibat dalam kasus korupsi tersebut namun saat ini masih coba disembunyikan.

“Berdasarkan analisis kami masih ada kejanggalan yang belum terungkap pada dugaan kasus korupsi yang terjadi pada PT JIP sehingga kami meminya KPK RI dan BPK RI untuk segera melakukan audit investigatif dan periksa pengadaan pajak papan reklame digital PT. Jaris & K.
Selain itu mereka juga menuntut agar Manajemen JAKPRO dan Jakarta Infrastruktur Propertindo diperiksa atas dugaan praktek Korupsi yang berulang terjadi mulai dari kasus Menara Telekomunikasi, kasus GPON hingga kini terulang lagi proyek pengadaan papan reklame digital.
“Karena dugaan praktek korupsi yang terus berulang mulai dari kau di Menera Telokomunikasi hingga proyek pengadaan papan reklame digital”, ucapnya.
Rahman Gorbacev juga mendesak kepala BP BUMD mundur dari jabatannya saat ini karena tidak becus membina BUMD DKI (PT JIP & MRT Jakarta) dimana 2 BUMD ini menjadi tidak sehat dan terlilit masalah diduga dikelabui oleh PT JARIS & K
“Kerjasama JIP dengan MRT dengan nilai proyek komitmen yang JIP harus bayar selama 5 tahun total hampir 600 Milyar, diduga Jaris & K berserta oknum JIP sudah untung didepan dengan markup pengadaan proyek Papan reklame Digital”, pungkasnya.
