Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Jaringan Aktivis Indonesia Minta Kabareskrim Mundur Jika Tidak Mampu Selesaikan Mafia Tambang di Kaltim

by Visioner Indonesia
November 8, 2022
in Default
Reading Time: 3min read
0
SHARES
118
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta,- Jaringan Aktivis Indonesia sejak bulan maret 2022 sudah berulang kali mendesak kabareskrim untuk menangkap “Tan Paulin” sang Ratu Batubara”. pasalnya diduga lakukan  operasi pertambangan ilegal di daerah koridor dengan menggunakan modus dokumen terbang. 

“Tan Paulin bukan baru kali ini saja terdengar di publik dari banyaknya tambang batubara illegal miliknya di Kaltim semua tidak pernah tersentuh hukum”, ujar Donny Manurung di Jakarta, 8/11/22

Donny Manurung mengingatkan bawah  nama Tan Paulin pernah disebut juga oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Muhammad Nasir saat rapat dengan Menteri ESDM Arifin Tasrif.  Saat itu dalam RDP disebutkan bahwa kegiatan penambangan diduga ilegal di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) yang dikuasai oleh Tan Paulin atau dikenal ‘Ratu Batu Bara’. 

“Ajaibnya, disebutkan bahwa penambangan ilegal yang dilakukan menghasilkan 1 juta ton per bulan dan ajaibnya semua batu bara tersebut di ekspor ke luar”, tuturnya.

Donny mengingatkan dengan munculnya video pengakuan yang di lakukan ismail bolong tentang adanya konsorsium batubara semakin membuka tabir kebenaran, walupun pada akhirnya video tersebut di klarifikasi kembali oleh ismail bolong. 

“Akan tetapi yang menjadi pertanyaan besar siapa yang melakukan pemaksaan kepada ismail bolong untuk membuat pengakuan tersebut dan kenapa Polri terkhusus Kabareskrim tidak bergerak mencari dan mengungkap siapa orang yang memaksa Ismail Bolong”, ucapnya.

Ia menyampaikan Sehingga Dugaan Kami bahwa ada sekelompok jendral jendral yang membengkingi Tan Paulin semakin terbuka lebar kebenarannya. 

“Perihal Tan Paulin juga Jaringan Aktivis Indonesia juga sudah menyampaikan hal ini dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI pada tanggal 4 Juli 2022  yang di hadiri langsung oleh Sugeng Suparwoto selaku Ketua Komisi VII DPR RI. Tetapi sampai hari ini juga tidak ada tindak lanjut dari laporan kami tentang kerugian negara diakibatkan praktik pertambangan ilegal ini”, tuturnya.

Ia menjelaskan mestinya sejak nama Tan Paulin ini diungkap ke publim seharusnya Kabareskrim sudah bergerak untuk memeriksa dan menangkap Tan Paulin, tetapi sampai hari ini sejak persoalan terbuka kembali di publik Kabareskrim juga tidak bergerak untuk menyelesaikan persoalan ini, semua ini seakan akan ingin ditutupi begitu saja. 

“Jika benar seperti dugaan bahwa Ismail Bolong melakukan testimoni dalam video tersebut dibawah  tekanan kelompok jendral polisi pecatan, berarti apa yang dikatakan dalam testimoni tersebut patut diduga kebenarannya. Jika dikemudian hari testimoni Ismail Bolong di ralat kembali dan dikatakan bahwa testimoni yang dibuat tersebut dengan tujuan menjelekkan nama Kabareskrim, tapi kenapa Kabareskrim tidak juga bergerak, ini adalah sebuah pertanyaan besar”, jelasnya.

Ia meminta  Kapolri untuk bertindak untuk memeriksa semua kebenarannya, jika persoalan ini juga tidak diselesaikan dan mafia mafia Batubara juga tidak ditangkap ini akan memperburuk citra polri kedepan.

“Dugaan adanya konsorsium batubara yang dibekingi sejumlah jendral jenderal di Polri bahkan sampai menyeret nama kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto. Jika Persoalan ini juga tidak diselesaikan oleh Bareskrim Polri, sebaiknya Kabareskrim Mundur daja dari Jabatannya”, tutupnya.

Previous Post

Pj Bupati Bombana dan Pengusaha Selengarakan Executive Meeting, Visioner Indonesia : Positif Untuk Ciptakan Kesejahteraan Rakyat

Next Post

Peduli Korban Kanjuruhan, Dinas P3A Kab. Malang Gelar Assesment Untuk Community Building

Related Posts

Default

INDONESIA JADI KIBLAT PEMASYARAKATAN DUNIA: PEMUDA MUSLIMIN JAKARTA UTARA NYATAKAN DUKUNGAN PENUH ATAS TRANSFORMASI SISTEM PEMULIHAN BERBASIS BUDAYA

April 20, 2026
Harga LPG Nonsubsidi 12 Kilogram Naik Rp16 Ribu per Tabung
Default

Harga LPG Nonsubsidi 12 Kilogram Naik Rp16 Ribu per Tabung

April 19, 2026
Default

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

April 18, 2026
Default

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

April 16, 2026
Default

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

April 12, 2026
Default

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Singojuruh Perkuat Konsolidasi dan Semangat Kader Golkar

April 11, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

TERPOPULER

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved