Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Soroti Kebijakan DPP PAN Dukung Kandidat Tak Berkualitas di Lahat, Aktivis: Jauh dari Semangat Reformasi

by Visioner Indonesia
Juli 23, 2024
in Default
Reading Time: 3min read
0
SHARES
29
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Demokrasi menuntut adanya kompetisi yang sehat serta membuka peluang dan kesempatan munculnya kandidat terbaik guna menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan teruji. Oleh karena itu, fenomena “borong partai” demi menjadi calon tunggal yang dilakukan oleh kandidat kepala daerah harus ditolak karena mengabaikan prinsip kompetisi dalam demokrasi.

Demikian pandangan Koordinator Perkumpulan Anti Korupsi Indonesia, Muhtadin Sabili, dalam diskusi mengenai fenomena calon tunggal pada Pilkada Serentak 2024 di Jakarta, Selasa (23/7/2024).

“Partai politik seharusnya menjalankan fungsinya sebagai sarana rekruitmen politik yang menyediakan berbagai pilihan bagi pemilih, melakukan pendidikan politik, dan memfasilitasi partisipasi politik dengan mendorong munculnya gagasan terbaik dalam debat publik. Bukan justru menutup kompetisi dalam demokrasi,” kata Sabili.

Sabili menyayangkan banyak partai politik yang meninggalkan peran edukasi masyarakat dan justru tunduk pada kekuatan modal, yang menyuburkan politik kekerabatan (dinasti), politik transaksional dan membuka peluang korupsi di pemerintahan daerah.

Menurutnya, saat ini marak fenomena orang berduit memborong partai politik demi menjadi calon tunggal di Pilkada Serentak. Praktik ini harus dilawan karena tidak sesuai dengan prinsip demokrasi dan keadilan.

“Demokrasi harus ada keseimbangan. Jangan karena uang, partai politik kehilangan orientasi. Pembajakan demokrasi oleh kepentingan kapital telah terbukti menyengsarakan rakyat dan membuat indeks demokrasi Indonesia semakin hari semakin menurun,” tegas Sabili.

Secara khusus, Sabili menyoroti kebijakan DPP Partai Amanat Nasional (PAN) yang terkesan semakin jauh dari semangat reformasi dan demokrasi. Dalam penjaringan kepala daerah, partai yang dulunya menjadi motor reformasi ini tidak menerapkan prinsip meritokrasi dan aturan partai dalam menentukan calon kepala daerah.

Sebagai contoh, di kabupaten Lahat, berdasarkan informasi DPD PAN setempat telah melakukan penjaringan sesuai petunjuk pelaksanaan dari DPP dan telah melakukan pendalaman terhadap visi dan misi sejumlah calon. Terdapat tiga Calon yang telah mendaftar, namun rekomendasi DPP jatuh kepada calon yang tidak melalui prosedur tersebut.

“Tetapi DPP PAN kemudian melakukan sabotase terhadap aturan yang dibuatnya sendiri dengan memberikan rekomendasi kepada orang yang sama sekali tidak melewati mekanisme penjaringan dari bawah. Istri petahana bupati (Cik Ujang) itu tak berproses, tak memiliki rekam jejak & kompetensi dengan kualitas paling rendah di antara yang lain, tapi malah didukung oleh DPP PAN,” kata Sabili.

Sontak keputusan tersebut membuat pengurus PAN di Lahat kecewa. Karena jerih payah mereka menjaga iklim demokrasi di partai tidak dihargai.

Aroma politik transaksional kuat tercium di balik pemberian rekomendasi oleh DPP PAN ini.

“Bocoran dari sumber terpercaya bernilai miliaran per kursi. Masuk angin parah partai-partai ini.” jelas Sabili.

Mudah ditebak, penggelontoran uang dalam jumlah besar yang dilakukan istri Cik Ujang, Lidyawati, adalah dalam rangka memborong seluruh partai politik agar menjadi calon tunggal, Sehingga menutup ruang bagi kandidat lain.

Ironisnya, PAN yang seharusnya tetap berpegang pada idealisme penguatan demokrasi di Indonesia dan mencegah suburnya politik dinasti dan transaksi, malah terlibat dalam praktik politik menciptakan calon tunggal.

Sabili menjelaskan, dalam sejumlah literatur disebutkan bahwa calon tunggal yang melawan kotak kosong atau lebih dikenal sebagai “uncontested election with a blank vote option” memiliki dampak buruk bagi demokrasi.

“Dampak buruknya adalah kurangnya kompetisi, legitimasi yang lemah, menurunnya partisipasi pemilih, dan adanya risiko otoritarianisme,” demikian Muhtadin Sabili.

Previous Post

Peringati Hari Anak Nasional, Lucianty Himbau Stop Bullying terhadap Anak-anak

Next Post

Mayoritas Partai Dukung Lucianty Jadi Bupati Muba

Related Posts

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol
Default

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol

Juli 4, 2026
Default

BMKG: Waspada hujan ringan guyur sebagian besar wilayah RI pada Sabtu

Juli 4, 2026
Default

SOSIALISASI 4 PILAR KEBANGSAAN BERSAMA ANGGOTA MPR RI ZULFIKAR ARSE SADIKIN, S.I.P., M.Si

Juli 2, 2026
Default

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA APRESIASI LANGKAH MENTERI IMIGRASI DAN PEMASYARAKATAN DALAM MENDORONG PEMBINAAN WARGA BINAAN MELALUI PROGRAM AMNESTI DAN KOMPONEN CADANGAN (KOMCAD

Juli 1, 2026
Default

Warga Soroti Mobil Dinas Pemkot Bogor yang Sering Nginep di Rusunawa Menteng Asri

Juni 21, 2026
Default

Roni Anjari Soroti Maraknya Intervensi Ormas terhadap Perjanjian Privat di Kawasan Industri Karawang

Juni 19, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Jaga Jakarta Diuji di Matraman, JAN: “Kita Jaga Kota Kita, Masyarakat Jangan Terprovokasi”

Dasco: Komisi II Serap Aspirasi Parpol Nonparlemen di Masa Reses, Cegah JR Berulang

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

TERPOPULER

Jaga Jakarta Diuji di Matraman, JAN: “Kita Jaga Kota Kita, Masyarakat Jangan Terprovokasi”

Dasco: Komisi II Serap Aspirasi Parpol Nonparlemen di Masa Reses, Cegah JR Berulang

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved