Jakarta, Indonesia Visioner – PT Pertamina berhasil mencatat peningkatan produksi minyak sebesar 14 persen sepanjang kuartal I (Januari-Maret) 2016 dengan pencapaian 305 juta barel minyak per hari. Pada periode yang sama tahun lalu sebesar 267 juta barel perhari, menanggapi pencapaian pertamina tersebut anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat, Hari Purnomo mengatakan Pertamina harus terus meningkatkan produksi yang kemudian diolah untuk kilang di dalam negeri.
“Peningkatan Produksi minyak pada kuartal kali ini diharapkan dapat memotivasi Pertamina supaya terus meningkatkan produksi yang kemudian dapat diolah untuk kilang di dalam negeri”, kata Hari Purnomo.
Disamping itu Hari Purnomo juga menegaskan bahwa peningkatan produksi bahan bakar minyak (BBM) bertujuan agar kebutuhan BBM dapat terpenuhi serta mengurangi biaya subsidi.
“Semua itu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan biaya subsisi bisa dikurangi,” kata Hari Purnomo
Sementara itu Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif Reforminer Institute(Lembaga Riset Pertambangan dan Energi), mengatakan tidak ada pilihan lain bagi Pertamina maupun perusahaan migas lainnya untuk terus meningkatkan produksi di tengah tren penurunan harga komoditas, termasuk migas. Pada harga rendah produksi harus dinaikkan jika perusahaan tetap menargetkan pendapatan tidak jauh dari sebelumnya.
“Kenaikan produksi tersebut positif bagi Pertamina. Paling tidak mengindikasikan kinerja terus meningkat,” ungkap Komaidi.(AL-Vis)






