
Jakarta (Visioner) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus membuktikan komitmennya dalam membangun sektor kelautan yang berkelanjutan melalui konsep Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program unggulan ini kini menunjukkan hasil konkret dalam mengubah wajah permukiman pesisir menjadi kawasan yang tertata, produktif, dan ramah lingkungan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan, KNMP bukan sekadar proyek pembangunan infrastruktur semata, tetapi menjadi manifestasi kebijakan ekonomi biru yang memperhatikan aspek sosial, ekologis, dan kesejahteraan masyarakat nelayan. “Kampung ini adalah wajah baru pemberdayaan nelayan berbasis ekologi dan ekonomi,” ujarnya saat meninjau salah satu lokasi KNMP, Jumat (13/6/2025).
Konsep KNMP dirancang dengan pendekatan terintegrasi. Selain memperbaiki infrastruktur dasar seperti perumahan dan sanitasi, KKP juga mendorong pengembangan ekonomi lokal melalui pelatihan, penguatan koperasi nelayan, hingga diversifikasi usaha perikanan. Program ini menjadi bagian penting dalam lima strategi ekonomi biru KKP yang mencakup pengelolaan wilayah pesisir dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Saat ini, sedikitnya 10 kampung nelayan telah direvitalisasi dengan skema KNMP. Dari Natuna hingga Wakatobi, dari Biak hingga Banyuwangi, program ini memperlihatkan peningkatan kualitas hidup nelayan secara signifikan. Beberapa lokasi bahkan mulai menjadi model pembelajaran bagi daerah lain yang ingin mengembangkan kawasan pesisirnya.
Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah berani dan visioner KKP. “Transformasi kampung nelayan ini mencerminkan arah pembangunan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan. Ini bukan hanya membangun infrastruktur, tapi juga martabat dan harapan baru bagi para nelayan,” katanya di Jakarta, Sabtu (14/6)
Dampak positif KNMP juga terlihat dari respon masyarakat. Data dari Ditjen Pemberdayaan Nelayan menunjukkan peningkatan rata-rata pendapatan nelayan sebesar 17 persen dalam 12 bulan terakhir di wilayah yang telah menjalankan model ini. Selain itu, tingkat partisipasi nelayan dalam koperasi meningkat hingga 40 persen.
Romadhon menambahkan bahwa konsep ini perlu diperluas dengan kolaborasi lebih kuat antara pemerintah daerah, BUMN, dan sektor swasta. “Kampung Nelayan Merah Putih adalah model kolaborasi multi-pihak. Kami mendorong agar ke depan pendekatan ini juga menyasar regenerasi nelayan muda dan pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan sumber daya laut,” tuturnya.
Di tengah tantangan krisis iklim dan tekanan ekonomi global, program KNMP membuktikan bahwa pembangunan kelautan tidak harus bertentangan dengan konservasi lingkungan. Justru melalui pendekatan partisipatif dan berbasis komunitas, sektor kelautan bisa menjadi fondasi ekonomi nasional yang tangguh dan adil.
Romadhon menegaskan bahwa KNMP harus menjadi prioritas nasional dan masuk dalam agenda pembangunan jangka menengah ke depan. “Program ini menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat pesisir. Pemerintah harus memperluasnya dengan tetap menjaga prinsip keadilan ekologis,” pungkasnya.





