Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

BBM Swasta Langka, Kuota Ditambah: KPPU Awasi Dominasi Distribusi

by Visioner Indonesia
September 19, 2025
in Ekonomi
Reading Time: 3min read
0
SHARES
39
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, – Antrean kendaraan mengular di SPBU Pertamina di Jakarta dan sekitarnya, sementara SPBU swasta seperti Shell dan BP-AKR kehabisan stok bensin RON 92 hingga 98 sejak akhir Agustus 2025. Pemerintah, melalui Kementerian ESDM, menegaskan komitmen menjaga pasokan dengan menaikkan kuota impor BBM swasta hingga 110 persen dari tahun lalu, langkah yang disambut baik sebagai upaya stabilisasi energi nasional.

Kenaikan kuota ini, menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, merupakan bagian dari strategi ketahanan energi di tengah fluktuasi harga minyak dunia. Namun, realisasi impor swasta hanya mencapai 70-80 persen akibat birokrasi perizinan yang lambat, memicu kelangkaan di SPBU swasta dan lonjakan konsumsi nonsubsidi sebesar 1,4 juta kiloliter setelah kebijakan QR code untuk Pertalite diterapkan.

Di Depok, petugas SPBU BP terlihat menjajakan minuman ringan untuk bertahan, setelah stok bensin menipis sejak 28 Agustus. Shell, meski membantah PHK massal, mengakui adanya penyesuaian jam kerja karyawan sebagai respons sementara. Situasi ini mencerminkan tekanan ekonomi di lapangan, meski Pertamina menjamin stok nasional aman hingga akhir tahun.

Pemerintah mendorong swasta membeli BBM dari Pertamina Patra Niaga, sebagai bagian dari wacana impor satu pintu yang dianggap efisien oleh Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung. Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengendalikan komoditas strategis, demi menjaga stabilitas harga bagi masyarakat.

Namun, kebijakan ini tak luput dari sorotan. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tengah menyelidiki potensi pelanggaran Undang-Undang No. 5/1999, khususnya terkait dominasi pasar. “Langkah pemerintah strategis, tapi perlu evaluasi agar tidak membatasi pilihan konsumen,” ujar Romadhon Jasn, dari Gagas Nusantara, kepada awak media, Jumat (17/9).

Investigasi KPPU, yang memanggil Pertamina dan swasta sejak awal September, menyoroti volume impor tambahan 7.000-44.000 kiloliter yang belum sepenuhnya terpenuhi. Ketua KPPU Fanshurullah Asa menegaskan hasil investigasi akan diekspose dalam waktu dekat, untuk memastikan persaingan usaha tetap adil.

Di media sosial, tagar #SPBUPastiPas ramai, dengan netizen mengapresiasi tambahan kuota dan kolaborasi swasta-Pertamina sebagai solusi jangka pendek. Meski begitu, ada keluhan soal antrean dan kualitas BBM yang perlu perhatian lebih, agar kepercayaan publik terjaga.

Kebijakan impor satu pintu, menurut pemerintah, bertujuan menekan defisit neraca perdagangan yang mencapai US$20 miliar per tahun dari impor BBM. Namun, pengamat energi meminta transparansi lebih dalam implementasinya. “Kolaborasi itu kunci, tapi harus ada jaminan kualitas dan distribusi merata,” kata Romadhon Jasn.

Dampak kelangkaan ini tak hanya dirasakan konsumen, tapi juga sektor investasi. Pengamat dari Universitas Gadjah Mada memperkirakan penurunan FDI migas hingga 20 persen jika ketidakpastian berlanjut, mirip kasus distribusi gas 2023 yang menaikkan harga 15 persen.

KPPU menyarankan evaluasi berkala kebijakan impor dan audit independen kualitas BBM untuk menjawab isu oplosan yang viral. “Pemerintah sudah di jalur benar, tapi transparansi distribusi harus diperkuat, ini penting agar swasta tak mati suri,” tambah Romadhon.

Langkah pemerintah menambah kuota dan mendorong kolaborasi menunjukkan komitmen menjaga pasokan energi. Namun, pengawasan KPPU dan masukan publik menjadi peluang untuk menyempurnakan kebijakan, demi pasar yang lebih inklusif dan stabil. “Harmonisasi antara efisiensi dan keadilan pasar adalah keniscayaan,” tutup Romadhon Jasn.

Previous Post

Teknologi Hijau dan Tugas Negara: Transisi Energi Harus Didukung Inovasi

Next Post

Gen Z Bergerak – BNN Berubah: Dorong Terobosan Baru Menjelang Sumpah Pemuda 28 Oktober

Related Posts

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya
Ekonomi

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Mei 26, 2026
Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014
Ekonomi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Mei 26, 2026
Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM
BUMN

Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM

Mei 22, 2026
Harga Emas Turun, Dibanderol Rp3,122 Juta per Gram
BUMN

Emas Antam To The Moon Rekor Rp2,8 Juta, Tapi Saham ANTM Malah Longsor 17%! Ada Apa?

Mei 21, 2026
Pastikan Migrasi Aman, JNPM Dukung Langkah Menteri Lewat Penguatan Audit Lapangan
Ekonomi

Kawal Gernas Migran Aman, JNPM Dukung Langkah Menteri Mukhtarudin

Mei 21, 2026
Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani
Ekonomi

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

April 27, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Warga Soroti Mobil Dinas Pemkot Bogor yang Sering Nginep di Rusunawa Menteng Asri

Roni Anjari Soroti Maraknya Intervensi Ormas terhadap Perjanjian Privat di Kawasan Industri Karawang

Soroti Maraknya Intervensi Ormas terhadap Perjanjian Privat di Kawasan Industri Karawang

Jumali: Semangat Mahasiswa Harus Menjadi Pengingat bagi Negara

Dukung Direksi Baru PT Bukit Asam Tbk, Ketua INSPIRA Jakarta Pusat-Utara Oloan Gani Nyatakan Kesiapan Kolaborasi

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

TERPOPULER

Warga Soroti Mobil Dinas Pemkot Bogor yang Sering Nginep di Rusunawa Menteng Asri

Roni Anjari Soroti Maraknya Intervensi Ormas terhadap Perjanjian Privat di Kawasan Industri Karawang

Soroti Maraknya Intervensi Ormas terhadap Perjanjian Privat di Kawasan Industri Karawang

Jumali: Semangat Mahasiswa Harus Menjadi Pengingat bagi Negara

Dukung Direksi Baru PT Bukit Asam Tbk, Ketua INSPIRA Jakarta Pusat-Utara Oloan Gani Nyatakan Kesiapan Kolaborasi

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved