Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

DME Kalimantan: Antara Mandiri Energi dan Tantangan Transparansi

by Visioner Indonesia
November 9, 2025
in Ekonomi
Reading Time: 2min read
0
SHARES
32
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, 9 November 2025 — Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadikan pengembangan dimethyl ether (DME) sebagai salah satu proyek hilirisasi strategis nasional. Tujuannya jelas: mengurangi ketergantungan impor LPG yang selama ini membebani neraca energi nasional.
Dengan nilai investasi mencapai Rp164 triliun, proyek ini diproyeksikan menciptakan lebih dari 34.000 lapangan kerja baru, serta menjadi tonggak kemandirian energi Indonesia.

Tiga wilayah di Kalimantan — Bulungan (Kalimantan Utara), Kutai Timur (Kalimantan Timur), dan Kota Baru (Kalimantan Selatan) menjadi pusat pengembangan DME, disertai beberapa lokasi di Sumatera Selatan seperti Muara Enim, Pali, dan Banyuasin. Pemerintah menargetkan proyek ini mulai beroperasi pada 2026 dengan pendekatan bertahap agar lebih terukur.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan bahwa percepatan proyek menjadi prioritas, sejalan dengan penyerahan dokumen pra-feasibility study (FS) ke Badan Pengelola Investasi Danantara. “Kita harapkan eksekusi bisa dimulai tahun depan,” ujarnya.
Namun, pemerintah berkomitmen untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu proyek DME era sebelumnya yang mangkrak karena kurangnya kesiapan investor dan teknologi.

CEO Danantara Rosan Roeslani menambahkan, aspek teknologi menjadi fokus utama. “Kami pastikan teknologi yang dipakai efisien dan terkini,” katanya. Menurutnya, pembelajaran dari proyek sebelumnya harus menjadi dasar, bukan sekadar catatan. Langkah ini menunjukkan bahwa hilirisasi bukan hanya soal investasi, tapi juga kesiapan pengetahuan dan tata kelola.

Romadhon Jasn, Direktur Gagas Nusantara, menilai kebijakan DME sebagai simbol keseriusan pemerintah dalam membangun energy sovereignty yang realistis.
“DME adalah bentuk keberanian Indonesia berdiri di kaki sendiri dalam rantai energi global. Tapi kemandirian tanpa transparansi bisa jadi kontradiksi. Publik harus dilibatkan sejak awal, agar proyek ini milik bangsa, bukan hanya elite,” tegas Romadhon.

Ia menilai langkah bertahap sebagai pendekatan yang paling aman. Menurutnya, publik perlu melihat proses dan hasil secara paralel. “Rilis bertahap bukan tanda lamban, tapi tanda kedewasaan dalam mengelola risiko. Teknologi dan sosial harus diuji bersama, bukan sekadar dikejar headline investasi,” jelasnya.

Namun, kritik dari kalangan lingkungan tetap harus didengar. Beberapa organisasi seperti WALHI Kalimantan menilai proyek di Bulungan dan Kutai Timur berpotensi mengganggu ekosistem hutan primer dan wilayah adat. Pemerintah didorong melibatkan masyarakat lokal agar tidak mengulangi konflik sosial seperti dalam proyek hilirisasi nikel.

Romadhon kembali menegaskan pentingnya pengawasan publik. “Dorongan transparansi bukan bentuk kecurigaan, tapi penjaga legitimasi. Kejaksaan Agung dan KPK perlu mengawal dari hulu hingga hilir dari kontrak hingga eksekusi,” katanya. Menurutnya, proyek energi strategis tidak boleh hanya efisien secara ekonomi, tetapi juga bersih secara moral.

Dampak ekonomi proyek ini jelas besar. Jika berhasil, Kalimantan bisa menjadi hub DME nasional, menghemat impor LPG hingga Rp60 triliun per tahun. Namun tanpa pengawasan independen dan audit berkala, potensi kebocoran dan korupsi tetap mengintai.
“Keberhasilan hilirisasi tidak diukur dari besarnya investasi, tapi dari kejujuran prosesnya,” tutup Romadhon Jasn.

Previous Post

Kanwil Kemenkum catatkan hak cipta atas 37 karya Balai Bahasa Sulteng

Next Post

FORMATIK: Polda Metro Jaya Tunjukkan Netralitas dalam Penegakan Hukum Kasus Ijazah Jokowi

Related Posts

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol
Ekonomi

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol

April 21, 2026
Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga
BUMN

Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga

April 21, 2026
Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi
Ekonomi

Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi

April 21, 2026
Harga Emas Antam Menguat Tipis pada Perdagangan Sabtu
Ekonomi

Harga Emas Antam Naik Saat Emas Dunia Malah Turun

April 21, 2026
Gencatan Senjata AS-Iran Hampir Selesai, Mau Jual atau Beli Emas?
Ekonomi

Gencatan Senjata AS-Iran Hampir Selesai, Mau Jual atau Beli Emas?

April 21, 2026
Rupiah Juara Asia Pagi Ini
Ekonomi

Rupiah Juara Asia Pagi Ini

April 21, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Layanan Digital Polri: Hadiah Inovasi Bagi Warga yang Merindukan Pelayanan Cepat dan Transparan

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol

Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga

Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi

Harga Emas Antam Naik Saat Emas Dunia Malah Turun

Gencatan Senjata AS-Iran Hampir Selesai, Mau Jual atau Beli Emas?

TERPOPULER

Layanan Digital Polri: Hadiah Inovasi Bagi Warga yang Merindukan Pelayanan Cepat dan Transparan

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol

Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga

Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi

Harga Emas Antam Naik Saat Emas Dunia Malah Turun

Gencatan Senjata AS-Iran Hampir Selesai, Mau Jual atau Beli Emas?

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved