Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan melanjutkan pelemahan hari ini, Selasa (21/4/2026), setelah pada penutupan kemarin turun 0,52% ke level 7.594.
Pergerakan IHSG hari ini, selain diwarnai oleh sentimen domestik dan tensi geopolitik, juga dipengaruhi oleh keputusan MSCI yang melanjutkan pembekuan rebalancing indeks untuk konstituen dari bursa saham RI.
Potensi tekanan IHSG juga tercermin dari sisi teknikal, yang menurut Tim Riset MNC Sekuritas IHSG saat ini sedang berada di akhir wave [iv] pada label hitam atau alternatifnya di akhir wave [a] dari wave B pada label merah.
“Hal tersebut berarti, IHSG rawan bergerak terkoreksi dengan area koreksi terdekat diperkirakan akan menguji 7.245-7,527 sekaligus menutup beberapa area gap.”
Support IHSG saat ini ada di kisaran 7.488-7.351 dengan resistance 7.700-7.861.
Sementara menurut Tim Riset BRI-Danareksa Sekuritas (BRIDS), level 7,700 menjadikan resistance yang cukup penting bagi IHSG. Selama belum mampu menembus level tersebut maka pergerakan akan cenderung terbatas dan berpotensi menutup area gap 7.500.
“Pasar juga akan mencermati hasil dari RDG Bank Indonesia yang akan diproyeksi dipertahankan pada angka 4,75% dengan fokus terhadap aspek inflasi dan stabilisasi mata uang rupiah.”
Ketidakpastian konflik antara Iran vs Amerika juga masih menjadi perhatian, setelah Iran dikabarkan menolak negosiasi dan Trump memerintahkan untuk kirim delegasi AS ke Pakistan. Hal tersebut membuat harga minyak WTI meningkat ke US$88/barel dan Brent US$95/barel.






