McDonalds salah satu restoran cepat saji mengalami penurunan penjualan yang sangat signifikan. Hal ini memaksa CEO, Steve Easterbook, mencari cara lain untuk kembali meningkatkan jumlah konsumen. Salah satunya adalah dengan melakukan perubahan menu secara besar-besaran
Langkah pertama yang dilakukan Easterbook adalah dalam mengolah roti burger. Jika selama ini roti burger disajikan dalam kondisi apa adanya, kini roti tersebut akan dipanggang terlebih dahulu. Ia berpendapat, dengan roti yang hangat, sayuran didalamnya jadi lebih enak. Tidak hanya itu, dalam mengolah daging juga akan dilakukan metode baru, terutama dalam pemanggangnya agar daging terasa lebih lembut dan nikmat.
Untuk roti sendiri sebenarnya nanti dikembalikan lagi pada pilihan konsumen. Bisa memilih seperti sajian burger biasa dengan roti yang tidak dipanggang atau memilih burger dengan roti yang dipanggang. Nantinya menurut Easterbook, ia akan membuat gebrakan lain terutama dalam hal pengolahan bahan dan menu untuk menarik kembali konsumen McDonalds di seluruh dunia. Hal kecil ini diharapkan bisa membuat perubahan besar dan saya harap bisa diterima oleh para konsumen setia kami,” ujar Easterbook
Di tempat yang lain Sajian barbeque memang selalu menggoda. Jika Anda biasanya melihat proses mengolah barbeque di tempat panggangan, makan di restoran El Diablo proses tersebut jadi pemandangan seru. Bukan diolah di atas panggangan tapi di atas batu vulkanis yang panasnya berasal dari panas bumi.
Seperti yang dilansir dari laman Berita Satu, panas tersebut memiliki suhu sekitar 450-500 derajat Celcius. Tak heran kalau olahan daging, ikan, ayam dan hidangan laut bisa matang saat ditaruh di atasnya. Panggangan tersebut memang dibuat khusus dengan berkonsultasi dengan ahli vulkanik.
Lokasi restoran ini juga bisa dibilang sangat ekstrem. Terletak di bekas terjadinya erupsi gunung di pulau Canary, di Spanyol. Gunung tersebut terakhir meletus pada 1827, dan kini dianggap aman untuk didirikan restoran dan dibuat area khusus dengan memanfaatkan panas bumi di sekitarnya sebagai fasilitas barbeque. Sistem ini yang dirancang oleh arsitek Eduardo Caceres dan Yesus Soto. Mereka menggunakan sembilan lapisan vulkanik batu basalt untuk membentuk panggangan.






