Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Transmigrasi ke Papua Akan Dihentikan Jokowi

by Redaksi
Juni 5, 2015
in Ekonomi
Reading Time: 2min read
jokowi hentikan transmigrasi ke papua

Sumber foto: Viva

0
SHARES
87
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Presiden Joko Widodo membuat beberapa perubahan penting di Papua. Setelah sebelumnya mencabut larangan kegiatan jurnalis asing di Papua, kemarin (4/6) presiden mengumunkan akan memoratorium arus transmigrasi ke Papua dari masyarakat di lokasi padat penduduk. Kecemburuan sosial masyarakat lokal terhadap pendatang menjadi dasar kebijakan ini.

“Pemerintah akan stop transmigrasi ke Papua karena sudah terlalu banyak sehingga menimbulkan kecemburuan sosial,” kata Jokowi yang disampaikan Teten Masduki (anggota Tim Komunikasi Presiden) di Istana Kepresidenan.

Pemerintah saat ini menilai Sumber Daya Manusia (SDM) asli Papua mengalami ketertinggalan yang sangat jauh dari masyarakat pendatang di sana. Pengamat Militer Salim Said mengatakan, proses transmigrasi ke Papua membuat penduduk pendatang di Papua kebanyakan berlaku lebih agrefis sehingga membuat masyarakat lokal keteteran.

Banyaknya masyarakat pendatang di Papua, menurut Salim membuat warga lokal hanya memiliki sedikit kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerahnya. Adanya kebijakan penghentian sementara transmigrasi ke Papua ini juga diharapkan menurunkan aktifitas kelompok separatis di Papua.

Harapan Untuk Moratorium Transmigrasi ke Papua

Salim juga menambahkan, selama ini pembangunan yang dilakukan di Papua jarang yang melibatkan masyarakat setempat sehingga kesenjangan sosial itu terus terjadi. “Hanya sementara. Akan ada rice estate yang melibatkan orang Papua. Persoalannya kan selama ini, kita ke sana membangun tapi orang Papua tidak dilibatkan,” kata Salim menambahkan. Kebijakan ini akan membuat masyarakat Papua memiliki kesempatan kerja lebih luas, bisa meningkatkan taraf ekonomi, dan tidak merasa terasing di kampungnya sendiri.

Kondisi sosial seperti ini sebenarnya sudah dialami dan dirasakan masyarakat Papua selama berpuluh-puluh tahun, bahkan hingga saat ini di daerah itu tetap belum menunjukkan gairah modernisme seperti di provinsi-provinsi lain.

“Dalam waktu dekat kita bisa lihat hasilnya yang positif.‎ Selain itu tahanan politik perlahan-lahan dikeluarkan, sebentar lagi tak ada tahanan politik dan wartawan asing bisa masuk tanoa halangan seperti dulu. Konsep dia jelas,” kata Guru Besar Universitas Pertahanan (Unhan) ini selesai jamuan makan siang bersama presiden.

Mantan Duta Besar RI untuk Ceko ini mengaku sempat kurang yakin dengan kepemimpinan Jokowi, tapi ia yakin setelah melihat beberapa perhatian yang diberikan Jokowi untuk Papua.

Tags: PapuaPresiden JokowiSalim SaidTransmigrasi
Previous Post

Bertemu Jokowi, Ketua MPP PAN Tegaskan Tetap Di Luar Kabinet

Next Post

Aura Kasih Kuatkan Kartika Putri Hadapi Berita Prostitusi Artis

Related Posts

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya
Ekonomi

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Mei 26, 2026
Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014
Ekonomi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Mei 26, 2026
Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM
BUMN

Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM

Mei 22, 2026
Harga Emas Turun, Dibanderol Rp3,122 Juta per Gram
BUMN

Emas Antam To The Moon Rekor Rp2,8 Juta, Tapi Saham ANTM Malah Longsor 17%! Ada Apa?

Mei 21, 2026
Pastikan Migrasi Aman, JNPM Dukung Langkah Menteri Lewat Penguatan Audit Lapangan
Ekonomi

Kawal Gernas Migran Aman, JNPM Dukung Langkah Menteri Mukhtarudin

Mei 21, 2026
Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani
Ekonomi

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

April 27, 2026

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved