Bogor, IndonesiaVisioner- Melihat keprihatinan yang terjadi di Riau akibat kebakaran hutan dan lahan yang sering terjadi jelang musim kemarau di pertengahan bulan Mei – Juli menjadi kegelisahan mahasiswa riau di bogor yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Riau Bogor Dan Forum Muda Riau untuk melaksanakan diskusi edisi kehutanan dan lingkungan hidup dengan tema khusus mengkaji tentang Problematika tata kelola gambut dan upaya pencegahan karhutla di riau dengan mengundang narasumber DR Haris Gunawan Deputi IV Badan Restorasi gambut Nasional .
Dalam sambutan Ketua IKPMR Bogor Aulia rama menyampaikan keprihatinanya melihat kondisi riau yang sudah hampir 19 tahun masyarakat riau terpapar kabut asap,momentum kegiatan ini juga nanti diharapkan bisa menghasilkan rekomendasi untuk pembangunan riau khususnya di bidang pengelolaan gambut dan lingkungan hidup, kemaren, Kamis (12/5).
Dalam penyampaian nya haris mengatakan problematika gambut ini sebenarny menjadi tugas kita bersama BRG dengan masyarakat dan pemerintah daerah tekhusus anak muda intelektual seperti kalian imbuhnya. Haris menambahkan bahwa tugas di BRG sangatlah berat tapi kita optimis untuk menargetkan restorasi 2 juta Ha lahan gambut di 8 provinsi di Indonesia, haris menantang peserta diskusi untuk ikut terlibat dalam aksi nyata program restorasi gambut, ada 6 program nyata yang ditawarkan seperti membentuk sekat kanal, membentuk kelembagaan desa peduli gambut, pelatihan kewirausahaan desa peduli gambut dan pembentukan relawan peduli gambut menantang mahasiswa tegasnya yg juga dosen FMIPA Universitas Riau. Antusiasme terlihat dari seluruh peserta yang terdiri dari seluruh kabupaten Se-Riau salah satu peserta Fehmi yang juga aktif di HCV Ini tertarik dalam kajian gambut ini karena melihat potensi Riau yang kaya akan Sumber Daya Alam yang belum terexplor maka perlu menjadi perhatian bersama, dukungan akan selalu diberikan untuk perbaikan lingkungan di Riau apalagi dengan sudah dibentuknya Laboratorium Gambut Internasional di Meranti akan menjadi ajang riset mahasiswa riau ke depannya tegas Mahasiswa Pascasarjana KSDA IPB ini.
Luasan gambut yang begitu luas mengakibatkan riau menjadi daerah yang rawan terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan. Presidium Forum Muda Riau Nur Suhada yang juga hadir pada forum diskusi memandang Buruknya tata kelola kehutanan dan lingkungan hidup di Riau berefek domino pada proses perbaikan gambut secara massif dan Suistnable seperti proses RTRWP yang belum juga disahkan secara keseluruhan mengakibatkan mandat nya proses pembangunan lingkungan dan semakin merajalela nya perusahaan pelaku pembakaran hutan di lahan untuk mematok lahan yang tidak sesuai dengan ketentuan UU 41 tahun 1999 tentang Kehutanan dan lingkungan Hidup, Tambahnya yang juga Presidium Ikatan Alumni Kehutanan Universitas Riau ini. Pengurus Besar HMI ini juga menegaskan perusahaan sawit ataupun HTI yang lahannya tidak melebihi ambang batas muka air gambut sesuai PP no 71 tahun 2014 segera direvisi SK bahkan dicabut izinnya sebagai sebuah kepatuhan regular terhadap peraturan tegasnya “
Acara diskusi ini ditutup dengan doa sebagai ungkapan rasa syukur karana kegiatan ini menumbuhkan semangat kepedulian terhadap daerah sehingga menimbulkan ide, riset untuk mendukung pengembangan pembangunan Riau Khususnya tentang lingkungan dan kehutanan selanjutnya diakhiri dengan penyerahan cendera mata oleh ketua IKPMR Aulia Rama kepada Dr Haris Gunawan.

