Jakarta, IndonesiaVisioner- Kabar perombakan Kabinet Kerja Jokowi-JK semakin kuat. Beberapa menteri sudah mulai dipanggil ke Istana Bogor. Jokowi diyakini akan mengumumkan formasi baru Kabinet Kerja sebelum berangkat ke Eropa 17 April mendatang.
Diantaranya, adalah Menteri Desa Marawan Jafar, Men PAN RB, Yuddy Chrisnandi, Menpora Imam Nahrawi dan Menteri BUMN, Rini Soemarno. Pemanggilan ini dilakukan Jokowi, Kamis malam lalu. Namun Presiden Jokowi mengatakan pemanggilan menteri adalah hal yang biasa. Mantan Gubernur DKI itu juga tak mau menjelaskan secara rinci soal pertemuan itu, termasuk jumlah menteri yang dipanggil.
Siapa saja menteri yang dipanggil Jokowi? Ketua DPP Hanura Dadang Rusdiana menyebut Menteri PAN RB Yuddy Chrisnandi dipanggil ke Istana Bogor. Namun belakangan hal itu dibantah oleh Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PAN RB Herman Suryatman.
“Pak Menteri Yuddy sudah berangkat terbang menuju Sumatera Barat untuk menghadiri acara Forum Komunikasi Pendayagunaan Aparatur Negara (Forkonpanda) se Provinsi Sumatera Barat di Bukit Tinggi,” kata Herman di Jakarta, Senin (11/4/2016)
Bantahan juga muncul dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar. Marwan mengaku malam itu dirinya sedang berada di Sidoarjo, Jatim dalam rangkaian kunjungan kerja dan menghadiri Haul KH Bisri Syansuri.
“Masa ritual keagamaan diplintir. Sudah jelaskan, saya ada di mana kemarin? Jadi tidak usah ditanya lagi,” ungkap Marwan.
Ada satu nama menteri lagi yang disebut dipanggil Jokowi malam itu. Namun tidak diketahui jelas siapa menteri tersebut. Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana menjelaskan pemanggilan para menteri oleh Presiden Jokowi adalah hal yang biasa dan salah satu bentuk komunikasi Presiden dengan para menterinya.
“Presiden memanggil menteri-menteri anggota kabinet hal yang biasa karena para menteri kan pembantu Presiden dalam penyelenggaraan pemerintahan yang bisa saja setiap saat dipanggil. Dipanggil di mana saja, kapan saja tidak jadi soal. Karena, jika diperlukan Presiden bisa memanggil dan melakukan komunikasi dengan menteri-menterinya,” jelas Ari.
Ari juga mengatakan reshuffle kabinet itu hak prerogatif Presiden. Presiden tidak bisa didikte-dikte, ditekan tekan atau diintervensi terkait ini. “Presiden kan sudah menekankan agar para Menteri fokus bekerja tanpa terganggu hiruk pikuk isu reshuffle,” tutupnya.
Wapres Jusuf Kalla sudah mengonfirmasi akan ada pengumuman reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Dia menyebut pengumuman reshuffle tinggal menunggu hari baik.
“Selalu dievaluasi tinggal hari baik dalam mengumumkan. Yang mengumumkan memang presiden,” ujar JK.
Isu berhembus jumlah menteri yang diganti atau digeser lebih banyak dari reshuffle sebelumnya. Kabarnya ada 9 posisi menteri yang berubah, 5 menteri diganti, 4 lainnya digeser. Namun, kabar ini belum terkonfirmasi.
Soal menteri yang akan diganti, Wapres JK sebenarnya juga sudah memberi petunjuk. Selain berkinerja buruk, menteri yang diganti juga adalah yang suka membuat gaduh. “Karena para menteri harus mengikuti kebijakan Presiden,” kata JK soal menteri yang suka membuat gaduh.
Terkait adanya 2 menteri yang akan ditendang, Wasekjen PKB Daniel Johan menegaskan partainya tidak mau dipusingkan dengan urusan reshuffle. Semua kader PKB di pemerintahan akan fokus menyelesaikan tugas-tugasnya sesuai yang diamanatkan.
“Sepenuhnya urusan reshuffle menjadi keputusan Pak Presiden. Karena arahannya ngga usah mikirin (reshuffle), kerja fokus,” kata Johan. (Jasn/Vis)






