Jakarta, IndonesiaVisioner-. Atas nama rakyat dan konstituen Partai GOLKAR, kami berharap agar pelaksanaan MUNAS PG yang rencananya dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2016 di Bali bisa berjalan dengan lancar. Kami juga punya harapan besar kiranya para delegasi munas mampu mendesain hal-hal perbaikan dan penyempurnaan strategi pemenangan secara kolektif untuk partai di masa depan.
Harapan ini disampaikan oleh Masdjam Sangadji, Koordinator Nasional Harapan Masyarakat Pribumi (HMP voor GOLKAR) melalui pesan singkatnya di Jakarta (4/5/2016).
Masdjam menambahkan, hal yang paling penting adalah mempercayakan sosok yang mampu menakhodai partai GOLKAR 5 tahun ke depan. Hal ini penting untuk memenuhi tantangan perpolitikan di Nusantara serta merebut kembali kejayaan Partai.
“Cukup urgen karena ini sekaligus menjawab impian, harapan dan cita-cita seluruh konstituen PG” ujarnya.
Berangkat dari impian konsituen ini, perlu adanya sosok yang mampu mewujud nyatakan semua itu, dan menurut kami bung Tommy Soeharto yang memiliki trackrecord politik yang tidak ada keraguan padanya.
“Saya kira ini yang menjadi tumpuan Harapan Masyarakat Pribumi” sambungnya.
Kami melihat Posisi PG dalam lintasan perpolitikan Nusantara semakin jauh dari ruang kekuasaan negara yang tersimbolkan di istana kepresidenan. Jujur harus diakui bahwa pasca Pak Harto kondisi internal Golkar dalam dinamisasi yang terturbulensinya adanya faksi “pragmatisme” menguasai slipi, hal ini terbukti pasca Munas Riau 2009 yang lalu. Sehingga, melahirkan pengelolaan organisasi yang hanya berupa slogan suara golkar-suara rakyat serta menempatkan rakyat sebagai pemegang mandat.
Celakanya munas Bali versus munas Ancol 2014 yang berujung pada pengklaiman oleh kedua produk munas dimaksud telah menghantarkan para kandidat bupati atau walikota maupun gubernur dalam pemilukada serentak ronde I Desember 2015 yang tak menentu arah konsolidasi kemenangannya.
“Sehingga hasilnya pun sama-sama kita tahu semakin jauh dari keinginan sebuah parpol yang bernama GOLKAR. Masalah inilah yang mendorong HIMPUNAN MASYARAKAT PRIBUMI (HMP) untuk mendukung bung Tommy Seoharto” ungkap Mantan Pengurus Besar HMI ini.
HMP voor GOLKAR juga berpendapat, Meskipun warna GOLKAR di saat desakan reformasi berada pada titik nadir kulminasi, namun kepiawaian sosok Akbar Tanjung Ketua Umum DPP saat itu, telah mampu membuktikan kepada rakyat indonsia dan konstituen beringin serta lawan-lawan politiknya baik internal maupun external.
“Kita tahu produk pemilu 99′ menempatkan beringin di posisi runner up serta ketua umum DPP PG saat itupun sekaligus yang menakhodai parlemen” ujarnya
Mengingat karakter politik Akbar Tanjung yg low profile serta selalu menjadi militansi magnet bagi para kader beringin di pelosok nusantara.
“Sosok bang Akbar ini bisa terulang kembali bila bung Tommy dipercayakan memimpin PG kedepan” Ungkap Putra Maluku ini. ( MR. Vis)






