INDONESIA VISIONER, Sidoarjo – Menjelang 10 tahun peringatan semburan lumpur Sidoarjo, ternyata ada ide menarik yang rencananya akan diwujudkan. Salah satunya menjadikan lokasi semburan lumpur tersebut sebagai obyek wisata, baik wisata alam maupun wisata edukasi.
Ide tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah usai menggelar acara di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (18/05). Bupati mengaku berencana menjadikan lokasi semburan lumpur sebagai tujuan wisata, baik bagi wisatawan atau mereka yang ingin meneliti fenomena alam tersebut. “Saya inginnya nanti bisa jadi obyek wisata. Bagaimana lumpur ini bukan menjadi bencana, tetapi menjadi berkah bagi masyarakat,” ujarnya.
Seperti diketahui, lokasi semburan lumpur panas yang terus menyembur di bekas area sumur Banjar Panji l milik Lapindo Brantas Inc di Kecamatan Porong hingga kini terus dikunjungi oleh para peneliti baik dari dalam dan luar negeri. Tidak hanya itu, ahli geologi dunia, wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara juga tak henti-hentinya datang untuk menyaksikan fenomena tersebut.
Hal senada juga dikatakan Kepala Laboratorium Geodinamika Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS), Handoko Teguh Wibowo saat bertemu dengan para ahli geologi di Indonesia, termasuk dari Unpad (Universitas Padjadjaran), di lokasi lumpur Lapindo, Selasa (17/05). Mereka bahkan mengusulkan agar kawasan lumpur bisa dijadikan sebagai lokasi wisata geo park.
Handoko mencontohkan seperti yang ada di taman nasional Yellowstone Amerika Serikat. Di dalam area seluas 3.468 mil persegi tersebut terdapat sungai, kanyon, danau dan juga gunung. Tidak hanya itu, di bawah danau Yellowstone juga terdapat gunung berapi yang menghasilkan aktivitas panas bumi yang besar. Ada lebih dari 300 geiser di Yellowstone termasuk sumber air panas, lumpur, serta fumarol. “Nanti bisa jadi tambahan penghasilan untuk warga lantaran menjadi destinasi wisata,” ujar Handoko. (Hdr-VIS)






