Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Luhut Akui PKI ingin bangkit di Indonesia

by Aulia Rachman Siregar
Mei 21, 2016
in Nasional
Reading Time: 1min read
Luhut Akui PKI ingin bangkit di Indonesia
0
SHARES
53
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, IndonesiaVisioner- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Pandjaitan, membeberkan kenapa pemerintah menjaga diri dari bahaya laten komunis.

Dia mengaku, memang ada kekhawatiran bangkitnya paham komunisme di Indonesia. Belajar dari efek domino di Vietnam pada 1965 terkait paham komunisme.

“Anda mungkin masih ingat tahun 1965, domino teori yang datang dari Vietnam itu semua itu ketakutan bahwa komunis itu akan berkembang. Ini yang menjadi supaya anda juga paham kita tetap melihat ini bahaya yang perlu kita hati-hati,” jelas Luhut dalam Coffie Morning bersama wartawan, di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat 20 Mei 2016.

Luhut menjelaskan, Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia punya benang merah untuk menguasai negara ini dan menanamkan paham komunis, bukan Pancasila.

Jelas Luhut, tragedi Gerakan 30 September 1965 yang disebutnya sebagai upaya kudeta, bukan peristiwa tunggal. Dimulai dari lahirnya PKI, hingga terjadi peristiwa Madiun tahun 1948 dibawah pimpinan Muso. Lalu lanjut Luhut, peristiwa Bandar Betsi di Sumatera Utara pada 1963 terkait dengan tanah, yang diduga melibatkan PKI. Hingga kemudian pembunuhan para jenderal pada 30 September 1965.

“Jadi ada benang merah kalau PKI itu sebenarnya ingin membuat Indonesia menjadi komunis,” kata Luhut.

Walau demikian, menurutnya negara dengan rakyat yang sejahtera yang bisa menghalau paham-paham seperti komunis. Sehingga, tidak ada lagi paham komunis, leninisme dan marxisme tumbuh subur kalau rakyat sejahtera.

Ia yakin, rakyat Indonesia tidak ingin menjadi negara komunis. Luhut mencontohkan Korea Utara, yang hidup tidak bebas dan di bawah kediktatoran pemimpin.

“Kan enggak ada orang mau seperti Korea Utara. Siapa yang mau seperti Korea Utara, bertentangan tangkap bunuh. Enggak mau kan. kita lebih enak begini, merdeka, ngomong apa aja bebas kadang-kadang enggak bertanggungjawab juga yang ngomong itu, asal aja,” jelas politisi senior Partai Golkar itu. (Jasn/Vis)

Tags: Indonesialuhutpki bangkit
Previous Post

21 Mei 1998 Lengsernya Soeharto

Next Post

Din Syamsuddin deklarasi PIM

Related Posts

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas
Nasional

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

Juni 3, 2026
Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas
Daerah

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Mei 26, 2026
Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana
Nasional

Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana

Mei 21, 2026
Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani
Ekonomi

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

April 27, 2026
Rapat Paripurna DPR Hari Ini: RUU PPRT dan RUU PSdK Disahkan
Nasional

Rapat Paripurna DPR Hari Ini: RUU PPRT dan RUU PSdK Disahkan

April 21, 2026
MPR Puji Langkah Presiden Prabowo Prioritaskan MBG untuk Anak yang Membutuhkan
Nasional

MPR Puji Langkah Presiden Prabowo Prioritaskan MBG untuk Anak yang Membutuhkan

April 19, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved