Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Din Syamsuddin deklarasi PIM

by Aulia Rachman Siregar
Mei 22, 2016
in Nasional
Reading Time: 2min read
Din Syamsuddin deklarasi PIM
0
SHARES
28
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Indonesia visionser-. Sabtu (21/5/2016) di Gedung Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, didendeklarasikan Perkumpulan Pergerakan Indonesia Maju (PIM). Perkumoulan ini diinisiasi oleh mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Dalam sambutannya Din mengatakan, perkumpulan ini dibentuk bukan untuk dijadikan partai politik.

Din juga meng emukakan pembentukan PIM ini untuk memperjuangkan cita-cita bangsa sebagai negara Indonesia yang maju dan bermartabat yang berlatar belakang dari lintas etnis dan profesi.

“Pergerakan Indonesia Maju ini tidak diniatkan dan tidak dirancang menjadi parpol. Pergerakan Indonesia Maju ini adalah pergerakan anak-anak bangsa lintas suku dan profesi untuk terlbat di aksi kemanusiaan dan program kemasyarakatan,” ucap Din dalam sambutannya deklarasinya.

Politik yang dilakukan PIM berbasis pada nilai moral.

“Sebagai tokoh dan figur, tentu saya tidak akan berdiam diri untuk masalah yang dihadapi bangsa. Maka politik yang dilakukan PIM adalah politik nilai dan moral,” tegasnya

Din Syamsuddin yang menjadi Ketua Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju ini mengatakan Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius. Era globalisasi mendorong munculnya sifat individualisme.

“Pada era globalisasi yang mendorong munculnya individualisme negara dan bangsa dewasa ini. Indonesia menghadapi tantangan ganda, yakni tantangan kemajemukan secara internal, dan tantangan pemajemukan secara eksternal,” tambahnya

Kegagalan mengelola kemajemukan tidak mustahil bangsa Indonesia jadi pecah berkeping-keping. Oleh karena itu, lanjut Din, pengelolaan kemajemukan memerlukan rekayasa sejarah dan budidaya nilai-nilai keutamaan untuk memelihara integritas bangsa. Untuk itu diperlukan upaya sungguh-sungguh, dengan daya tahan tangguh dan kerja berpeluh-peluh oleh segenap anak negeri dalam lintasan generasi dan perjuangan tidak kenal henti.

“Penguatan negara dan watak bangsa atau yang disebut Bung Karno sebagai Nation and Character Building, tetap perlu menjadi narasi dan agenda besar bangsa, terutama di tengah gejala merosotnya watak bangsa dewasa ini. Menghadapi dinamika global baru ini, diperlukan selain mekanisme pertahanan diri terhadap dampak negatif globalisasi, juga strategi peradaban yang relevan dan kontekstual dengan watak kompetitif dari era baru,” tutup Din. (MR. Vis)

Previous Post

Luhut Akui PKI ingin bangkit di Indonesia

Next Post

Muhammadiyah tolak hukum kebiri bagi pelaku kekerasan seksual

Related Posts

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas
Nasional

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

Juni 3, 2026
Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas
Daerah

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Mei 26, 2026
Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana
Nasional

Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana

Mei 21, 2026
Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani
Ekonomi

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

April 27, 2026
Rapat Paripurna DPR Hari Ini: RUU PPRT dan RUU PSdK Disahkan
Nasional

Rapat Paripurna DPR Hari Ini: RUU PPRT dan RUU PSdK Disahkan

April 21, 2026
MPR Puji Langkah Presiden Prabowo Prioritaskan MBG untuk Anak yang Membutuhkan
Nasional

MPR Puji Langkah Presiden Prabowo Prioritaskan MBG untuk Anak yang Membutuhkan

April 19, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved