Visioner.id Jakarta– Plt. Menteri ESDM Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan Arcandra Tahar masuk kembali dalam daftar nama calon menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang bakal dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam waktu dekat, menyusul pertemuannya dengan Aburizal Bakrie. Kabarnya, nama Arcandra pun didukung oleh Menteri BUMN Rini Sumarno.
“Iya, Arcandra masuk daftar,” kata Luhut di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Rabu 12 Oktober 2016.
Bocoran nama calon Menteri ESDM yang dilakukan oleh seorang Menteri ini dianggap sebagai tindakan keterlaluan seorang pembantu Presiden kepada Presidennya.
“Ini seperti mengambil alih peran Presiden. Seorang Menteri tidak layak membocorkan daftar nama calon menteri ESDM,” ujar Romadhon Jasn Direktur Institut Garuda Nusantara, Kamis (13/10/2016)
Menurutnya, Luhut terlalu berani melakukan hal itu, mengingat sebelumnya Luhut sebagai Plt. Menteri ESDM pernah melakukan tragedi salah bisik mengenai harga gas kepada Presiden Jokowi.
“Kebijakannya yang akan menurunkan harga gas menjadi $6 usd pun masih bermasalah, kok sekarang seperti mengangkangi Presiden Jokowi?” tanyanya.
Mengenai dukungan dari Menteri BUMN Rini Sumarno, pengamat menyatakan, sebagai Menteri, Rini Sumarno pun banyak mengalami kegagalan, rata-rata BUMN mengalami kerugian. Banyak sekali masalah BUMN yang tidak bisa diselesaikan di eranya.
“Rini juga nggak usah neko-nekolah. Dia itu Menteri yang gagal. BUMN banyak yang mengalami kerugian,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi pernah menyatakan akan mengangkat Menteri ESDM dari kalangan professional, bukan dari politisi, bukan dari akademisi, apalagi Arcandra Tahar yang diberhentikan karena melakukan kebohongan publik mengenai kewarganegaraannya.
“Saya dukung penuh keinginan Presiden Jokowi. Beliau harus mengangkat orang Professional yang tidak bermasalah,” tutupnya.






