Jakarta,IndonesiaVisioner.- Jambore kewirausahaan adalah agenda siluman Pemerintah yang di operatorkan lewat Kapolri untuk meredam gerakan mahasiswa dalam mengevaluasi 3 tahun pemerintahan Jokowi-JK, hal ini memperkuat keyakinan saya bahwa mahasiswa dan pemuda sedang digiring untuk “berlibur” juga pada momentum hari sumpah pemuda.
Pernyataan di atas disampaikan kepada media ini oleh Arhy Syafari Mau, Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Selatan di Jakarta, (21/10/17)
Arhy menambahkan, Jombore kewirausahaan bukan solusi utama bagi mahasiswa sebagaimana dikatakan KAPOLRI bahwa mahasiswa sudah harus merubah pola dan tradisi lama yaitu tidak turun kejalan.
” Dan saya menganggap Jambore kewirausahaan itu jelas merupakan siasat dan upaya terselubung yang tentu bukan hanya ingin melemahkan mahasiswa namun juga mengajak mahasiswa untuk mengingkari fungsi dan perannya dalam mengawasi kinerja Pemerintahan” Jelas Putra Maluku ini
Apa urgensi seorang Kapolri berkata demikian?, seolah-olah Kaoplri berhak menentukan arah dan langkah mahasiswa. Padahal disaat yang bersamaan tidak sedikit masyarakat yang merintih akibat sejumlah kebijakan pemerintahan saat ini.
“Mahasiswa atau OKP yang sadar ada agenda terselubung pasti menarik diri dari jambore ini” sambungnya
Cipayung plus seolah tak berdaya, lalu dengan begitu mudahnya dihegomoni lewat iming-iming Pemerintah lewat Jambore, hal ini semacam penghianatan terhadap pengathuan dan nilai-nilai identitas seorang kader dan mahasiswa yang cenderung kritis, cerdas dan solutif dalam melihat problem bangsa ini, namun semua itu tersapu bersih oleh acara kumpul-kumpul beberapa hari tersebut.
Mahasiswa Pasca Hukum UNAS ini juga menyarankan agar Pemuda dan mahasiswa terus belajar dan terus membentuk diri. Setelah mendapatkan segenap nilai dan sadar akan fungsinya sebagai mahasiswa, harus berada di garda terdepan untuk berjuang demi kemakmuran rakyat.
“Untuk para aktivis mahasiswa sudah seharusnya membangun komitmen bersama untuk menolak Jambore nasional yang melibatkan kelompok pemuda dan Cipayung plus, pasti ada agenda siluman didalamnya ” tidak ada makan siang gratis”. Indikasi-indikasi di atas perlu dijadikan bahan pertimbangan untuk ikut terlibat dalam jambore ini. Tutupnya (MR. Vis)






