Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Bahaya, Indonesia Darurat Terorisme

by Aulia Rachman Siregar
Mei 15, 2018
in Nasional
Reading Time: 1min read
Bahaya, Indonesia Darurat Terorisme
0
SHARES
190
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pola Serangan teror bom yang menimpa tiga gereja di Surabaya masih seperti pola-pola serangan teror bom sebelumnya yang kerap terjadi di tahun politik (Pilkada Serentak 2018 dan jelang Pilpres 2019) (13/5).

Pelaku sepertinya juga memperhitungkan waktu serangan teror yang berlangsung tiga hari setelah hari besar umat Kristiani, Kenaikan Isa Al Masih (10/5).

Serangan teror bom Surabaya juga terjadi berdekatan setelah dengan insiden kerusuhan yang melibatkan napi teroris di Mako Brimob (9/5).

Setelah serangan teror bom yang menimpa tiga gereja di Surabaya, berselang 14 jam kemudian serangan teror bom kembali terjadi di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Minggu malam (13/5). Senin pagi (14/5) serangan teror bom kembali terjadi di Mapolrestabes Surabaya.

Dari rangkaian serangan teror bom yang terjadi selama sepekan ini di dapatkan sejumlah temuan baru yaitu pelaku serangan teror bom Surabaya masih satu keluarga. Hal ini menunjukkan adanya dua kemungkinan.

Pertama, pelaku/sel jaringan kurang memiliki kecakapan dalam hal rekrutmen anggota baru. Kedua, upaya sosialisasi, edukasi mengenai deradikalisasi yang dilakukan pemerintah sudah lumayan berhasil yang diperkuat fakta dengan pelaku serangan teror bom Surabaya sulit mendapat anggota baru yang diluar keluarganya.

Sel jaringan pelaku serangan teror di Indonesia masih memperhitungkan momentum strategis untuk melakukan serangan teror dan juga menjadikan aparat penegak hukum (polisi) sebagai musuh utamanya karena wewenang pemberantasan terorisme menjadi domain kepolisian. Hal ini merupakan dampak dari regulasi kontra terorismr kita yang memandang terorisme sebagai tindakan pidana (penegakkan hukum) bukan ancaman terhadap kedaulatan negara sehingga menjadi wewenang Kepolisian bukan TNI.

Langkah Jokowi yang akan segera menerbitkan Perppu Terorisme sebagai solusi atas revisi UU 15/2003 tentang Pemberantasan Tindakan Pidana Terorisme yang berlarut-larut di parlemen patut diapresiasi karena dalam suatu kondisi yang mendesak/darurat.

Terorisme sudah sangat tidak relevan lagi jika masih dikategorikan lagi sebagai tindak pidana namun harus diartikan sebagai sebuah perang asimetris yang mengancam kedaulatan negara.

Ade Adriansyah Utama SH *Megapolitan Strategis Indonesia
*Dewan Penasehat GARDA NKRI

Tags: DaruratIndonesiaTerorisme
Previous Post

JAPNAS Mendukung Polri Mengusut Tuntas Kasus Terorisme

Next Post

DPW PKS Jabar Dianggap Sarang Kader Pendukung Radikalisme

Related Posts

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas
Nasional

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

Juni 3, 2026
Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas
Daerah

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Mei 26, 2026
Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana
Nasional

Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana

Mei 21, 2026
Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani
Ekonomi

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

April 27, 2026
Rapat Paripurna DPR Hari Ini: RUU PPRT dan RUU PSdK Disahkan
Nasional

Rapat Paripurna DPR Hari Ini: RUU PPRT dan RUU PSdK Disahkan

April 21, 2026
MPR Puji Langkah Presiden Prabowo Prioritaskan MBG untuk Anak yang Membutuhkan
Nasional

MPR Puji Langkah Presiden Prabowo Prioritaskan MBG untuk Anak yang Membutuhkan

April 19, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved