Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Pemerintah Indonesia Perkuat Kerjasama Bidang Pendidikan dengan Prancis

by Visioner Indonesia
September 21, 2019
in Nasional
Reading Time: 3min read
0
SHARES
31
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Visioner.id – Pemerintah Indonesia dan Prancis memperkuat kerja sama bidang pendidikan. Kerja sama tersebut mencakup tiga sektor pendidikan, yaitu pendidikan vokasi, pendidikan anak usia dini (PAUD), dan peningkatan kerja sama penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa Prancis.

Sekjen Didik Suhardi mengatakan, sebagai rangkaian dari kerja sama tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan Nasional Republik Prancis menggelar joint working group (JWG).

“Indonesia dan Prancis telah menjalin kerja sama bilateral yang erat, khususnya di bidang pendidikan. Kegiatan ini dilakukan untuk memetakan kerja sama yang potensial untuk diimplementasikan sesuai prioritas kedua negara berdasarkan asas resiprokal,” kata Didik saat membuka Indonesia-France JWG on Education, di Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Berdasarkan siaran pers yang diterima SP, Sabtu (21/9/2019), Didik menjelaskan, forum JWG ini merefleksikan upaya bersama kedua negara untuk berkolaborasi menguatkan kerja sama untuk mempersiapkan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan.

“Kita (Indonesia dan Prancis) sudah lama bekerja sama di bidang teknologi, pada dua tahun yang lalu kita mempunyai kerja sama dengan Prancis di bidang teknologi di mana pemerintah Prancis membentuk training center dan ini akan berpihak di bidang otomasi,” jelas Didik.

Didik menyebutkan, lingkup kerja sama pendidikan vokasi akan dibicarakan secara lebih mendetail, terutama untuk penggunaan alih teknologi, pengajaran teknologi bagi para guru dan siswa, pertukaran pelajar dan pendidik antara kedua negara.

Pada kesempatan yang sama, Herve Tilly, perwakilan Kementerian Pendidikan Prancis, menjelaskan, kerja sama layanan pendidikan prasekolah dasar menjadi sektor potensial. Layanan ini, menurutnya, telah diwajibkan di Prancis, sebagai persiapan mendasar bagi generasi penerus.

“Sekolah pendidikan dini atau prasekolah diwajibkan bagi anak usia tiga tahun di Prancis, sebagai persiapan pengetahuan dasar, yaitu membaca, menghitung, dan menghargai sesama manusia,” jelas Hervé.

Menguatkan penjelasan tersebut, Didik mengatakan, dalam forum ini juga akan dibahas mengenai layanan prasekolah yang dapat digunakan untuk pengembangan PAUD di Indonesia.

“Terkait PAUD, Indonesia sudah punya standar pelayanan minimum, yaitu sebelum usia sekolah harus mengikuti pra-sekolah dasar. Dalam JWG Indonesia-Prancis akan membicarakan mengenai teknis pengelolaan layanan pendidikan pra sekolah. Kita akan banyak belajar dari Prancis untuk pengelolaan layanan pendidikan pra sekolah dasar,” jelas Didik.

Sementara itu, terkait materi kerja sama PAUD, Didik menegaskan, tidak menerapkan tuntutan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) bagi para siswa PAUD. Sebab siswa PAUD seharusnya berada di usia bermain bukan diberikan tuntutan memiliki kemampuan calistung, sebagai persiapan memasuki jenjang sekolah dasar.

Kerja sama bidang bahasa berupa pertukaran guru dan siswa antarkedua negara. Hal ini untuk mendorong peningkatan penggunaan bahasa. Didik menjelaskan, kerja sama bidang bahasa telah dilakukan melalui program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), yaitu pengiriman guru ke luar negeri untuk pembelajaran berbahasa Indonesia (berbicara, menulis, membaca, dan mendengarkan) bagi penutur asing.

“Tahun ini ada empat orang guru Indonesia dikirim ke Prancis untuk mengajarkan bahasa Indonesia di empat universitas yang mengajarkan bahasa Indonesia di Prancis. Jadi kerja sama ini, nantinya, berupaya untuk menambah jumlah penutur bahasa Perancis untuk mempelajari bahasa Indonesia di Prancis,”ujarnya.

Didik juga menyebutkan, pertemuan JWG juga akan membahas peluang kerja sama untuk meningkatkan penguasaan bahasa Prancis di kalangan siswa, agar dapat mendukung komunikasi yang lebih baik pada kerja sama Indonesia-Prancis di masa mendatang.

“Banyak juga anak-anak di Indonesia dan sekolah-sekolah di Indonesia memang belajar bahasa Prancis, kemarin kita sudah diskusi kecil, sudah menyampaikan bahwa ada keinginan untuk meningkatkan agar anak Indonesia bisa belajar bahasa Prancis, sehingga harapannya ini bisa menjadi jembatan komunikasi antara Indonesia dengan Prancis sehingga kerjasama kita akan semakin meluas,” jelasnya.

Sebagai informasi, hasil dari pertemuan ini akan dirangkum dalam dokumen Rencana Aksi Bersama Joint Action Plan, yang akan ditandatangani pimpinan delegasi kedua negara. Selain itu, program promosi bahasa akan diatur dalam Rencana Aksi Bersama Joint Action Plan antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Institut Francais Indonesia (IFI), Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia di Jakarta. Kedua naskah kerja sama ini akan berlaku selama tiga tahun ke depan, 2020-2022. (BS/*)

Tags: Indonesia kerjasama bidang pendidikan dengan PrancisIndonesia Prancispendidikan
Previous Post

MUI Mengaku Setuju Perluasan Makna Perzinahan dalam RUU KUHP

Next Post

RAPI Pamekasan Masa Bhakti 2019-2023 Dilantik

Related Posts

Kapolri Ingatkan Potensi Perpecahan, Saatnya Kita Perkuat Persatuan
Nasional

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

Juli 18, 2026
Kapolri Ingatkan Potensi Perpecahan, Saatnya Kita Perkuat Persatuan
Nasional

Kapolri Ingatkan Potensi Perpecahan, Saatnya Kita Perkuat Persatuan

Juli 15, 2026
Gerindra Hormati Putusan MK: Pilkada Langsung Tetap Amanah Reformasi
Nasional

Gerindra Hormati Putusan MK: Pilkada Langsung Tetap Amanah Reformasi

Juli 7, 2026
JAN: Ajakan Kapolri Jaga Persatuan Adalah Sikap Kenegarawanan yang Tepat
Nasional

JAN: Ajakan Kapolri Jaga Persatuan Adalah Sikap Kenegarawanan yang Tepat

Juli 7, 2026
Cegah Hoaks dan Kerusuhan, Dukung Deteksi Dini Digital
Nasional

Cegah Hoaks dan Kerusuhan, Dukung Deteksi Dini Digital

Juli 4, 2026
Menhut klarifikasi isu keterlibatan dalam OTT KPK Bupati Kuansing
Nasional

Menhut klarifikasi isu keterlibatan dalam OTT KPK Bupati Kuansing

Juli 4, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

Alasan KPK Tolak Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli Antoni

TERPOPULER

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

Alasan KPK Tolak Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli Antoni

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved