JAKARTA – Aliansi Mahasiswa MPU Tantular menggelar seminar kebangsaan dengan bertemakan Generasi Milenial Menyikapi Radikalisme, Terorisme Dan Separatisme Dalam Ruang Lingkup Implementasi Nilai Pancasila”.
Ketua Panitia Seminar Kebangsaan Mahasiswa MPU Tantular, Rovly A Rengirit dalam pernyataannya menuturkan bahwa radikalisme kian menjadi persoalan yang mengakar dan merasuk ke generasi Milenial Indonesia. Pun juga lanjut Rofly pemerintah sampai saat ini belum maksimal membendung serta mengaymen akar persoalan radikalisme tersebut.
“Radikalisme kian menjadi jamur yang berkembang di tengah masyarakat kita, terutama generasi Milenial. Adanya agenda ini adalah untuk membangun kesadaran bahwa persatuan bangsa Indonesia menjadi satu konsekuensi yang tidak bisa di tawar dengan apapun, dan bersama melawan radikalisme dalam bentuk apapun” Ucap Rofly kepada wartawan, Senin, (28/10/2019)
Hal senada disampaikan Ismail marasabessy bahwa perlu adanya perhatian khusus pemerintah terhadap masalah radikalisme yang berkembang dewasa ini. Pasalnya, radikalisme bisa menjadi ancaman buruk untuk kebutuhan bangsa, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Kendati juga dirinya berharap kedepannya masalah separatis dan radikalisme teratasi dengan baik oleh negara dan pemerintah.
“Kita tidak takut kepada siapapun yang mencoba merong-rong keutuhan bangsa ini. Siapapun dia kami atas nama generasi Milenial bangsa Indonesia siap membasmi gerakan demikian” lanjut Ismail di selah pemaparannya
Selain itu, ditambahkan risky Tuanany Penasehat Gerakan Pemuda Selamatkan Indonesia (GPSI) dalam pemaparannya menyatakan bahwa kabinet pemerintah Jokowi – Ma’Ruf Amin pada jilid II di harapkan tidak hanya fokus pada masalah infrastruktur semata, namun juga fokus dan tegas pada masalah rasisme dan intoleran serta radikalisme yang berkembang di dalam negara.
“Ya masalah ini adalah tugas semua kalangan, termasuk kita-kita. Olehnya sikap tegas kami bahwa bersama pemerintah dan aparat keamanan negara membasmi adanya pikiran-pikiran dan gerakan yang mencoba untuk menghangatkan tatanan kebangsaan dan persatuan bangsa kita” Pungkasnya






