Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Ema Umiyyatul Chusnah; Sebut RAPBN 2021 Bergantung Pada Upaya Pemerintah Melawan Covid-19

by Visioner Indonesia
Juni 25, 2020
in Ekonomi, Nasional
Reading Time: 2min read
Ema Umiyyatul Chusnah; Sebut RAPBN 2021 Bergantung Pada Upaya Pemerintah Melawan Covid-19
0
SHARES
200
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, Visioner.id- Rapat kerja Komisi IV DPR-RI dengan Kementrian Pertanian (Kementan) pada senin (22/04/2020) walaupun dilakukan secara virtual karena kondisi negara kita sedang berada ditengah pandemi COVID-19, rapat tetap berlangsung efektif.  Dalam rapat tersebut, DPR komisi IV menerima laporan dari Kementan terkait proyeksi RAPBN Kementan di tahun 2021 guna menguatkan perekonomian bidang pertanian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Menurut Ema, Anggota Komisi IV DPR-RI fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP),Komisi IV sudah menerima penjelasan dari Menteri Pertanian Pagu Indikatif RKA-K/L Tahun 2021 sebesar Rp 18,4 Triliyun, Kamis (25/06/2020).

Kami juga berharap agar supaya pada semester ke-II di tahun 2020 ini, rencana program yang telah disepakati tersebut dapat terealisasi secara optimal sehingga mampu mendukung peran Kementerian Pertanian untuk menjamin stok pangan dalam negeri tetap aman, Ujar Ema

Seperti diketahui, saat ini kita sudah memasuki musim kemarau, oleh sebab itu kami berharap pemerintah mampu mengoptimalkan produksi pangan dalam negeri, mengingat hingga hari ini, pemerintah masih tergantung dengan komoditi impor dari luar negeri. Padahal kita sedang berada di masa pandemi Covid-19, dan beberapa negara masih membatasi ekspor dan impor.

Lalu, apa langkah pemerintah untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut ? Tegas Anggota DPR-RI asal Jombang, Ema Umiyyatul Chusnah

RAPBN tahun ini, sangat bergantung pada upaya pemerintah dalam melawan pandemi Covid-19 di Semester II tahun 2020, Covid-19 telah mengubah banyak hal, salah satunya pada tatanan ekonomi, oleh karenanya, pemulihan ekonomi harus segera dilakukan melalui peningkatan ketersediaan dan akses pangan dalam negeri, juga peningkatan nilai tambah lapangan kerja di sektor pertanian. Kita ketahui (NTP) terus mengalami penurunan sejak lima bulan terakhir ini, sampai berada di angka 99,49 dimana pada bulan Januari lalu kita masih berada di angka 104,27, sebab itu kami berharap Kementerian Pertanian bisa menyiapkan upaya exstraordinary untuk jangka pendek, menengah, serta jangka panjangnya seperti apa ? untuk mengatasi persoalan yang ada, ujar Ema umiyyatul Chusnah

Kami dari komisi IV sangat berharap agar program-program kementrian pertanian kedepannya benar-benar dapat dirasakan dengan maksimal oleh masyarakat, program cetak sawah misalnya, kami tidak ingin sampai ada temuan lagi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini, jangan sesekali di jadikan kesempatan karena kebutuhan kita akan stok pangan yang tinggi, tutup Ema

Tags: #covid-19#ema umiyyatul chusnah#kementerian pertanian#partai persatuan pembangunan
Previous Post

HMI Cabang Jeneponto Berikan Bantuan Para Korban Bencana Banjir dan Tanah Longsor

Next Post

Mahasiswa Sarolangun Desak Dirut RSUD Chatib Quzwain Buka Data Anggaran Penanganan Covid-19 Secara Detail

Related Posts

Dasco: Komisi II Serap Aspirasi Parpol Nonparlemen di Masa Reses, Cegah JR Berulang
Nasional

Dasco: Komisi II Serap Aspirasi Parpol Nonparlemen di Masa Reses, Cegah JR Berulang

Juli 22, 2026
Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil
BUMN

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Juli 21, 2026
Kapolri Ingatkan Potensi Perpecahan, Saatnya Kita Perkuat Persatuan
Nasional

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

Juli 18, 2026
118 Personel Tutup 20 Lubang Tambang Ilegal: Masyarakat Apresiasi Sinergi Antam-Aparat di Pongkor
Ekonomi

118 Personel Tutup 20 Lubang Tambang Ilegal: Masyarakat Apresiasi Sinergi Antam-Aparat di Pongkor

Juli 18, 2026
BS OJK Diminta Kawal Tuntas Kasus Rekening Judol, Publik: Ini Uji Kredibilitas Pengawasan
Ekonomi

BS OJK Diminta Kawal Tuntas Kasus Rekening Judol, Publik: Ini Uji Kredibilitas Pengawasan

Juli 15, 2026
Kapolri Ingatkan Potensi Perpecahan, Saatnya Kita Perkuat Persatuan
Nasional

Kapolri Ingatkan Potensi Perpecahan, Saatnya Kita Perkuat Persatuan

Juli 15, 2026

Comments 1

  1. Ping-balik: Komisi IV DPR-RI Minta Badan Karantina Tingkatkan Pengawasan Terhadap Produk Impor Pangan - Indonesia Visioner

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Dasco: Komisi II Serap Aspirasi Parpol Nonparlemen di Masa Reses, Cegah JR Berulang

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

TERPOPULER

Dasco: Komisi II Serap Aspirasi Parpol Nonparlemen di Masa Reses, Cegah JR Berulang

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved