Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Menyoal Pengunduran Bendum Kohati PB HMI, Singgung Tagline Layak Nurjannah

by Visioner Indonesia
April 11, 2022
in Nasional
Reading Time: 3min read
Menyoal Pengunduran Bendum Kohati PB HMI, Singgung Tagline Layak Nurjannah
0
SHARES
155
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Pleno I Kohati PB HMI kali ini dilaksanakan bersamaan dengan Pleno I PB HMI.Pleno merupakan aktivitas organisasi yang wajib dilaksanakan untuk mengevaluasi agar dapat memberikan perbaikan dan penyegaran organisasi dalam hal ini Kohati, baik secara internal maupun eksternal. 

Tepat pada tanggal 7-10 Kohati PB HMI menggelar PLeno I di Bogor, dengan peserta dari Pengurus Kohati PB HMI itu sendiri dan perwakilan Kohati Badko se-Indonesia.

Fitriani safua merupakan kader HMI yang juga anggota Kohati cabang Manokwari mengatakan , “saya ini anggota Kohati dari cabang yang jarang sekali disentuh oleh PB HMI sedikit bingung kenapa bisa Pleno Kohati dan HMI bersamaan? Bagaimana nanti Kohati menyampaikan laporan dan evaluasinya di Pleno HMI? bukannya biasanya Kohati Pleno dulu baru kemudian hasil Pleno itu dia bawa kePleno HMI?”. Tutur fitri

Mengingat Kohati adalah Ex Officio tidak sedikit kader HMI yang merasa heran dangan pelaksanaan Pleno tersebut, selain menjadi peserta di Pleno Kohati, Kohati PB HMI yang Ex Officio juga harus menjadi peserta di Pleno PB HMI, bagaimana bisa mereka menjadi peserta di dua forum yang berbeda namun di waktu yang sama, tentu dengan kondisi yang demikian ada kewajiban yang harus ditinggalkan.

Selain dari itu Pleno 1 Kohati PB HMI juga diwarnai suasana tegang dan haru. Sudah bukan menjadi hal yang mengejutkan dalam forum-forum pleno saling kritik dan saling berdebat itu terjadi sehingga tidak jarang menimbulkan ketegangan didalam forum.

Namun kali ini ada hal baru yang membuat haru, sebab Nurjannah yang diamanahi sebagai bendahara umum selain mendapatkan banyak kritikan dari peserta pleno saat memaparkan laporan kerjanya, dia juga memberikan pernyataan yang mengagetkan sebagian orang.

“saya menyampaikan kepada teman-teman permohonan ma’af, besok ketika ada keluar SK lalu nama saya tidak ada lagi – lagi saya tekankan bukan karena reshuffle tapi betul-betul saya mengundurkan diri, saya sebelumnya udah ngomong sama ketua umum karna berbagai pertimbangan banyak hal, tentu ini adalah keputusan saya yang sangat sadar”, ucap Nurjannah didalam Forum Pleno 1 Kohati.

Kemudian pernyataan itu menimbulkan banyak komentar tentunya. Sebagai bendahara umum Kohati PB HMI dia dinilai lari dari masalah, sebab banyak isu yang beredar tentang dirinya dan berdampak terhadap nama baik Kohati. 

Beberapa isu diantaranya adalah terkait isu dirinya sakit karena hal mistis yang dilakukan oleh rekannya di pengurus Kohati dan terkait pemotongan beasiswa.

Banyak akun medsos anggota Kohati yang menuangkan kekecewaannya terhadap NurJannah, salah satunya adalah @mahardikadzikrina “mundur ditengah kepengurusan bagiku bukan kebesaran hati tapi ketidak mampuan menuntaskan masalah yang mungkin dibuat oleh dirinya sendiri.” 

Salah satu pengurus Kohati PB HMI yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan bahwa Nurjannah pernah mengakui tindakannya terkait pemotongan beasiswa tersebut di forum rapat harian Kohati PB HMI. 

Kemudian menanggapi tentang Nurjannah tersebut fitri juga mengatakan “beliau adalah salah satu kandidat di munas Kohati dengan tagline Layak, saya kira layak bertarung ternyata layak mundur, sebab saat pengandidatan beliau juga menyatakan mundur sebagai kandidat, nah saat menjadi bendum yang tentu sudah mengucap iqrar pelantikan beliau juga menyatakan mundur sebagai bendum, lalu beliau melabeli dirinya berbesar hati mundur bukan karena direshuffle dan ingin berkiprah didunia yang lebih luas, saat memutuskan menjadi bendum mungkin dia lupa berapa lama jadi pengurus, atau mungkin dia menjadi bendum hanya untuk nambah di cv nya, ah tapi lagi-lagi dia yang tau alasannya yang jelas dia suka mundur dan menurut saya dia lari dari masalah maka ijinkan saya mengatakan bahwa yunda pecundang”. (red)

Tags: #KOHATI PB HMIHMIIndonesia
Previous Post

Demontrasi 11 April, Kapolri: pendekatan humanis harus terus dilaksanakanĀ 

Next Post

Legislator Hj. Itje Siti Dewi Kuraesin Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Majalengka

Related Posts

Rapat Paripurna DPR Hari Ini: RUU PPRT dan RUU PSdK Disahkan
Nasional

Rapat Paripurna DPR Hari Ini: RUU PPRT dan RUU PSdK Disahkan

April 21, 2026
MPR Puji Langkah Presiden Prabowo Prioritaskan MBG untuk Anak yang Membutuhkan
Nasional

MPR Puji Langkah Presiden Prabowo Prioritaskan MBG untuk Anak yang Membutuhkan

April 19, 2026
TNI Akan Bangun Batalyon Pembangunan di Seluruh Kabupaten
Nasional

TNI Akan Bangun Batalyon Pembangunan di Seluruh Kabupaten

April 19, 2026
PDIP Kritik Pemerintah Soal Kenaikkan Harga BBM Non Subsidi
Ekonomi

PDIP Kritik Pemerintah Soal Kenaikkan Harga BBM Non Subsidi

April 19, 2026
Seskab Teddy Soroti Fenomena ‘ Inflasi Pengamat’
Nasional

Seskab Teddy Soroti Fenomena ‘ Inflasi Pengamat’

April 11, 2026
Dianggap Berjarak dengan Pemerintah, Ombudsman akan Benahi Internal
Nasional

Dianggap Berjarak dengan Pemerintah, Ombudsman akan Benahi Internal

April 11, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

TERPOPULER

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved