Jakarta, Visioner.id – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Jakarta melakukan aksi demontrasi di depan Gedung Mabes Polri perihal soal netralitas dan dugaan keterlibatan Kepolisian terhadap salah satu pasangan calon presiden di Pemilu, Jakarta, pada senin (26/02/2024).
Diketahui bahwa aksi tersebut terdapat beberapa lembaga mahasiswa yang ada di Jakarta seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIAMI, Korkom HMI UNJ, HMI Stiami, Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) DKI Jakarta, Forum Gerakan Mahasiswa (FOGMA) STIAMI, Alianasi Mahasiswa Pamulang Raya (AMPR), dan Jakarta Indonesia Research (JIR).
Koordinator Lapangan Aliansi Mahasiswa Jakarta, Valdo mengatakan bahwasannya aksi ini ialah bentuk dari keresahan dan diskusi kita sebagai mahasiswa perihal keterlibatan pihak kepolisian yang seharusnya netral akan tetapi terlibat kepada salah satu pasangan calon presiden.
“Sesuai dengan pasal 28 ayat 1 Undang-Undang no 2 tahun 2002 tentang Polri mengatakan bahwa Polri harus bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis”, tegas Valdo dalam keterangan tertulisnya saat di terima awak media.
Menurutnya lagi, bentuk dugaan keterlibatan Polri dalam politik praktis yang dilakukan sangat menciderai lembaga Kepolisian yang seharusnya netral, dan hal ini perlu di kritisi dan menjadi evaluasi bersama.
“Maka kami meminta kepada Kapolri untuk turun dari jabatannya karena telah gagal dan melanggar konstitusi yang berlaku yaitu menjaga netralitas lembaga Kepolisian di Pemilu yang sudah dilakukan pada 14 Februari 2024”, tegas Valdo.
Berdasarkan hal tersebut Aliansi Mahasiswa Jakarta menilai bahwa dengan kejadian ini menjadi evaluasi pihak Kepolisian dalam menegakan peraturan yang berlaku.
“Aksi ini menjadi sinyal untuk seluruh masyarakat bahwa mash ada mahasiswa yang peduli terhadap bangsa Indonesia dan aksi ini akan ada aksi lanjutan sampai Kapolri turun dari jabatannya”, tutup Valdo. (AG)






