
JAKARTA, Visioner – Kementerian Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) meluncurkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia pada 19 April 2025 untuk mengatasi fenomena fatherless. Menteri Wihaji, yang diwakili Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN Edi Setiawan, menegaskan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan. Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, memuji inisiatif ini sebagai langkah berpikir jernih.
“Fatherless adalah tantangan serius, dan Menteri Wihaji menjawabnya dengan visi yang tepat,” ujar Romadhon kepada Visioner, Jumat (25/4/2025). Ia menilai gerakan ini bukan sekadar program, tetapi panggilan kesadaran kolektif. “Ini logika sederhana: ayah hadir, anak stabil,” katanya, dengan nada analitis.
Data UNICEF 2021 mencatat 20,9 persen anak Indonesia tumbuh tanpa sosok ayah. Edi Setiawan menyoroti dampaknya: anak fatherless rentan alami masalah akademik, emosional, dan mental. Romadhon mengapresiasi kepekaan Menteri Wihaji. “Beliau paham, fondasi keluarga adalah fondasi bangsa,” ujarnya.
Gerakan ini juga melibatkan penyuluhan di kampus, seperti Universitas Diponegoro. Romadhon melihat pendekatan ini strategis. “Edukasi kepada generasi muda adalah benih perubahan jangka panjang,” katanya. Ia memuji cara Menteri Wihaji menyasar akar masalah dengan pendekatan preventif.
Romadhon menyoroti dampak fatherless pada strawberry generation, generasi yang rapuh dan sulit mengatasi kegagalan. “Ayah teladan adalah solusi nyata, bukan sekadar teori,” ujarnya. Ia menganggap inisiatif ini selaras dengan kebutuhan zaman, terutama di tengah tantangan sosial modern.
Gagas Nusantara menilai gerakan ini sebagai langkah progresif. “Menteri Wihaji telah membuka ruang dialog penting,” kata Romadhon. Ia mengajak masyarakat dukung inisiatif ini. “Peran ayah harus kita hidupkan bersama,” ujarnya dengan optimistis.
“Kami siap bermitra dengan Kemendukbangga,” tegas Romadhon. Gagas Nusantara berkomitmen mendukung penyuluhan dan edukasi. “Ini investasi untuk masa depan keluarga Indonesia,” tambahnya.
“Menteri Wihaji telah menanam benih kebaikan,” tutup Romadhon. Ia yakin, Gerakan Ayah Teladan akan jadi pilar utama wujudkan keluarga harmonis.





