Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Presiden Prabowo: Perjuangan Bangsa Belum Selesai

by Visioner Indonesia
Oktober 29, 2025
in Nasional
Reading Time: 3min read
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, 28 Oktober 2025 — Presiden Prabowo Subianto menyerukan agar semangat perjuangan bangsa tidak berhenti di peringatan Hari Sumpah Pemuda. Dalam amanatnya di upacara peringatan ke-97 di Istora Senayan, Jakarta, Presiden menegaskan bahwa perjuangan bangsa Indonesia belum selesai, dan tugas generasi muda kini adalah mengisi kemerdekaan dengan kerja keras, disiplin, dan pengabdian.

“Perjuangan kita belum selesai. Kita sudah merdeka, tapi perjuangan kita untuk menjadi bangsa besar masih panjang,” ujar Presiden di hadapan ribuan peserta upacara, Selasa (28/10/2025). Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan yang diwariskan para pendiri bangsa adalah tanggung jawab moral seluruh rakyat Indonesia untuk dijaga dan dihidupkan melalui tindakan nyata.

Presiden mengatakan, semangat Sumpah Pemuda 1928 bukan hanya romantisme sejarah, tetapi mandat untuk menjaga persatuan dan martabat bangsa. Dalam pandangannya, generasi muda hari ini menghadapi tantangan yang berbeda dari para pejuang dahulu. “Dulu musuh kita penjajah, sekarang musuh kita adalah kemalasan, ketidakjujuran, dan perpecahan,” tegasnya.

Prabowo mengingatkan agar generasi muda tidak terjebak dalam perdebatan kosong di dunia maya, tetapi fokus membangun kemampuan dan kontribusi. “Jangan hanya bicara, tapi bekerja. Jangan hanya mengkritik, tapi berbuat,” katanya. Ia menilai bahwa kerja keras dan disiplin adalah bentuk patriotisme paling nyata di era modern.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menekankan pentingnya persatuan nasional di tengah perbedaan pandangan politik. Ia mengajak seluruh anak bangsa untuk tidak saling curiga, tidak saling menjatuhkan, karena kemerdekaan hanya bisa dipertahankan oleh bangsa yang bersatu. “Kita boleh berbeda pandangan, tapi tidak boleh berbeda cinta kepada Indonesia,” ucapnya. “Pidato Prabowo hari ini bukan hanya seruan politik, tetapi panggilan moral bagi bangsa untuk kembali ke akarnya: persatuan dan kerja,” kata Romadhon Jasn, Pemuada Nusantara.

Presiden menekankan bahwa generasi muda adalah harapan bangsa, dan pemerintah berkomitmen memberi ruang sebesar-besarnya bagi mereka untuk berkarya. Ia menyebut bahwa masa depan bangsa tidak akan ditentukan oleh kata-kata besar, tetapi oleh tindakan sederhana yang konsisten. “Bangsa besar dibangun oleh orang-orang yang bekerja dalam diam, bukan oleh mereka yang hanya ingin dipuji,” kata Prabowo.

Dalam pidatonya, Presiden juga menyampaikan penghargaan kepada para pemuda Indonesia yang berprestasi di bidang teknologi, seni, dan pertanian. Ia menilai bahwa semangat inovasi dan gotong royong generasi muda adalah fondasi bagi kebangkitan ekonomi nasional. “Negara membutuhkan keberanian, kejujuran, dan semangat belajar tanpa henti,” ujarnya.

Prabowo mengingatkan bahwa bangsa yang kuat tidak hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi pada karakter manusianya. Karena itu, ia mengajak seluruh pemuda untuk meneladani nilai pengorbanan, disiplin, dan cinta tanah air yang diwariskan para pahlawan. “Jadilah pemuda yang siap bekerja untuk rakyat. Jangan takut miskin, jangan takut gagal, tapi takutlah menjadi tidak berguna bagi bangsamu,” seru Prabowo dengan nada tegas.

Presiden juga menyinggung visi Indonesia menuju kemandirian pangan, energi, dan pertahanan, yang hanya bisa dicapai bila generasi muda memiliki rasa tanggung jawab dan mental juang yang tinggi. “Kita sedang membangun masa depan. Kita ingin berdiri di kaki sendiri. Itu butuh darah, keringat, dan air mata,” ujarnya.

Menutup pidatonya, Prabowo menyerukan agar seluruh rakyat Indonesia, terutama kaum muda, menjadikan Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar upacara tahunan, melainkan momentum untuk memperbarui janji kebangsaan. “Jangan sia-siakan pengorbanan para pendahulu kita. Jangan biarkan bangsa ini retak oleh ego. Mari kita lanjutkan perjuangan mereka dengan kerja dan ketulusan,” tutupnya. “Semangat Prabowo hari ini mengingatkan bangsa bahwa perjuangan tidak berhenti di masa lalu ia terus hidup di tangan generasi muda yang berani bekerja,” ujar Romadhon Jasn.

Previous Post

Semangat Sumpah Pemuda: Karang Taruna Tembokrejo -Muncar Gelar Acara Kebangsaan untuk Bangkitkan Cinta Tanah Air

Next Post

KMI Apresiasi Polri dan Presiden Prabowo atas Pemusnahan 214 Ton Narkoba: Langkah Tegas Selamatkan Generasi Bangsa

Related Posts

Seskab Teddy Soroti Fenomena ‘ Inflasi Pengamat’
Nasional

Seskab Teddy Soroti Fenomena ‘ Inflasi Pengamat’

April 11, 2026
Dianggap Berjarak dengan Pemerintah, Ombudsman akan Benahi Internal
Nasional

Dianggap Berjarak dengan Pemerintah, Ombudsman akan Benahi Internal

April 11, 2026
Kata Istana Soal Rencana Reshuffle Kabinet Merah Putih
Nasional

Kata Istana Soal Rencana Reshuffle Kabinet Merah Putih

April 11, 2026
Prabowo Curhat Pelaku Korupsi Biayai Gerakan Lawan Pemerintah 
Nasional

Prabowo Curhat Pelaku Korupsi Biayai Gerakan Lawan Pemerintah 

April 11, 2026
Jokowi Telepon MBZ, Tanya Perkiraan Kapan Perang Berakhir
Nasional

Jokowi Telepon MBZ, Tanya Perkiraan Kapan Perang Berakhir

April 6, 2026
Prabowo Soroti Budaya Asal Bapak Senang di Pemerintahannya
Nasional

Prabowo Soroti Budaya Asal Bapak Senang di Pemerintahannya

Maret 20, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

TERPOPULER

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved