Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Profil Gus Dur: Presiden dan Tokoh Pluralisme jadi Pahlawan

by Visioner Indonesia
November 11, 2025
in Nasional
Reading Time: 2min read
0
SHARES
99
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur akhirnya mendapatkan gelar Pahlawan Nasional usai pengajuan namanya berulang kali pupus pada era-era sebelumnya. Presiden Prabowo Subianto secara simbolis memberikan gelar tersebut kepada ahli waris Gus Dur yang hadir yaitu istrinya, Sinta Nuriyah; dan puterinya, Yenny Wahid.

Selama ini, upaya mengajukan Gus Dur menjadi pahlawan nasional terkendala keberadaan Ketetapan MPR atau Tap MPR nomor II/MPR/2001. Isi ketetapan tersebut adalah pemakzulan terhadap Presiden Gus Dur yang dianggap melakukan sejumlah pelanggaran konstitusi yang berat. Beban ini dihapuskan usai MPR menghapus keberadaan Tap MPR tersebut pada 2024 — jelang suksesi Presiden ke-7 Joko Widodo ke Prabowo.

Dalam keterangan resmi, pemerintah sendiri mengangkat Gus Dur sebagai pahlawan nasional bukan lantaran kisah kepemimpinannya sebagai presiden pada 20 Oktober 1999-23 Juli 2001. Pemerintah mengklaim Gus Dur berperan penting bagi negara di bidang perjuangan politik dan pendidikan Islam. Selain itu, Gus Dur juga dianggap tokoh sentral dalam perjuangan kemanusiaan, demokrasi, dan pluralisme di Indonesia.

Abdurrahman Wahid atau lebih terkenal dengan sebutan “Gus Dur” lahir di Jombang, 7 September 1940. Gus Dur adalah putra dari KH Wahid Hasyim dan Hj. Sholichah. Dia juga merupakan cucu dari KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama.

Gus Dur menjabat sebagai Presiden ke-4 di Indonesia pada 20 Oktober 1999, menggantikan Presiden ke-3 B.J. Habibie. Dia terpilih melalui pemilihan umum pada 1999. Kala itu, dia unggul dari Megawati Soekarnoputri, yang kemudian bakal menggantikannya sebagai Presiden ke-5 Indonesia.  

Gus Dur dikenal sebagai “Bapak Pluralisme” pada masa pemerintahannya karena menjunjung tinggi keberagaman dalam berbagai hal, terutama suku, agama, dan ras. Gus Dur mampu mendobrak diskriminasi warga etnis Tionghoa di Indonesia dengan mencabut Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat China. Beleid itu mulanya diteken oleh Soeharto untuk melarang perayaan Imlek dengan terbuka di tempat umum.

Di era Gus Dur, pertumbuhan ekonomi mampu tumbuh hingga ke 4,9% pada 2000. Gus Dur juga berhasil menurunkan rasio gini atau ketimpangan ekonomi hingga 0,31 –terendah dalam 50 tahun terakhir.

Setelah serangkaian keputusan kontroversialnya, yang meliputi hubungan baiknya dengan Israel yang ditentang oleh banyak kalangan Muslim, sampai maklumat kontroversialnya yang ditujukan untuk membekukan parlemen; Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) akhirnya melakukan pemakzulan terhadap Gus Dur pada 23 Juli 2001.

Gus Dur meninggal dunia pada 30 Desember 2009 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Ia wafat di usia 69 tahun, dan dimakamkan di Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur.

Previous Post

Kualitas udara di Jakarta Selasa pagi dalam kategori baik

Next Post

Profil Arif Satria: Rektor IPB jadi Kepala BRIN

Related Posts

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani
Ekonomi

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

April 27, 2026
Rapat Paripurna DPR Hari Ini: RUU PPRT dan RUU PSdK Disahkan
Nasional

Rapat Paripurna DPR Hari Ini: RUU PPRT dan RUU PSdK Disahkan

April 21, 2026
MPR Puji Langkah Presiden Prabowo Prioritaskan MBG untuk Anak yang Membutuhkan
Nasional

MPR Puji Langkah Presiden Prabowo Prioritaskan MBG untuk Anak yang Membutuhkan

April 19, 2026
TNI Akan Bangun Batalyon Pembangunan di Seluruh Kabupaten
Nasional

TNI Akan Bangun Batalyon Pembangunan di Seluruh Kabupaten

April 19, 2026
PDIP Kritik Pemerintah Soal Kenaikkan Harga BBM Non Subsidi
Ekonomi

PDIP Kritik Pemerintah Soal Kenaikkan Harga BBM Non Subsidi

April 19, 2026
Seskab Teddy Soroti Fenomena ‘ Inflasi Pengamat’
Nasional

Seskab Teddy Soroti Fenomena ‘ Inflasi Pengamat’

April 11, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

PKD Ansor Kabat Perkuat Wawasan Keindonesiaan dan Kebangsaan Kader Muda

Pemuda Muslimin Jakarta Utara Apresiasi Sinergi BGN dan Kemenimipas:Wujudkan Keadilan Gizi Melalui Dapur Lapas

Kasus Dugaan Korupsi BURT DPRK Bintuni Masuk Tahap Penyelidikan

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

Waspada Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Jangan Tergiur

TERPOPULER

PKD Ansor Kabat Perkuat Wawasan Keindonesiaan dan Kebangsaan Kader Muda

Pemuda Muslimin Jakarta Utara Apresiasi Sinergi BGN dan Kemenimipas:Wujudkan Keadilan Gizi Melalui Dapur Lapas

Kasus Dugaan Korupsi BURT DPRK Bintuni Masuk Tahap Penyelidikan

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

Waspada Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Jangan Tergiur

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved