Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Dunia Dalam Genggaman? Menjadi Primordialisasi Masa Kini?

by Visioner Indonesia
September 25, 2021
in Opini
Reading Time: 2min read
0
SHARES
43
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sejak terjadinya revolusi industri pertama 1.0 telah banyak membawa berbagai macam Perubahan Hingga ke revolusi industri 4.0 Seperti yang kita rasakan saat ini.

Kehidupan Tanpa Smartphone mungkin adalah hal yang tak mungkin dilakukan di era industri 4.0 seperti saat ini dimana setiap kegiatan di manapun dan kapanpun pastilah menggunakan smartphone, untuk mengakses suatu informasi sangat mudah dan tanpa batas, apa lagi ditengah pandemi covid-19 saat ini teknologi digital seperti smartphone sangatlah penting bagi para siswa dan mahasiswa tentunya, semua kegiatan belajar mengajar semua dilakukan secara Online tatap muka melalui Layar smartphone.

Kecanggihan Teknologi digital ini harusnya dapat dimanfaatkan dengan bijak sesuai dengan asas manfaat dan kegunaannya jangan sampai Kita sebagai user tidak dapat mengontrol apalagi menjadi primordial terhadap teknologi digital ini, problematika yang sering terjadi masih banyak user-user belum dapat mengontrol dan menggunakan dengan bijak kecanggihan dari berbagai macam teknologi yang ada saat ini Apa lagi di kalangan anak-anak Usia belia.

Dahulu sebelum pesatnya perkembangan teknologi digital Masih banyak anak-anak bahkan dewasa bermain dengan permainan budaya lokal maupun nasional, Seperti contoh Permainan tradisional Di Kabupaten lahat yakni Cak Ingking, Yeye, Gerobak sodor, Bedil-bedilan, Dan permainan tradisional lainnya dari berbagai daerah semisalnya ABC Lima dasar, Lompat tali karet, kelereng, Bermain mobil-mobilan dari bahan dasar kayu, petak umpet, Congklak dan rumah-rumahan Dengan atap Daun pisang, hal inilah yang membuat interaksi sosial antar sesama mereka terjalin dan menjadi kenangan tentunya.

Namun berbanding terbalik dengan kondisi Digital saat ini ada beberapa contoh kasus anak-anak yang kecanduan game online seperti (Free fire,Mobile Legends Dll). yang mereka rela menghabiskan uang jajan bahkan berbohong ke orang tuanya untuk terus bermain game online mereka, anak-anak yang terkadang Masih belum bisa menggunakan secara cermat smartphone nya malah sudah di anggap biasa diera moderen ini, Bahkan banyak anak-anak yang tidak tahu siapa presiden dan wakilnya siapa pahlawan pendiri bangsanya apa budaya yang ada di negaranya dan bahkan Yang sangat disyangkan mereka lebih kenal dengan aktor game online mereka.

Saat ini nampak nya kita sudah terbiasa mendalamkan yang luar dan meluarkan yang dalam, tentunya sangat disayangkan jika budaya kita hilang apa lagi terhapuskan dengan perubahan teknologi digital yang semakin hari semakin maju seperti saat ini.

Penutup penulis ingin mengajak para pemuda, Mahasiswa para penggerak budaya, para cerdik pandai mari kita sama-sama bangkitkan dan lestarikan lagi budaya-budaya kita yang saat ini sudah mulai terbiaskan dengan perubahan zaman, jangan sampai budaya asli kita hilang apa lagi terhapuskan dengan kecanggihan teknologi digital seperti yang kita rasakan saat ini.

*Penulis: Ahmad Ferly

Previous Post

Ricuh, Forum Musda Badko HMI Jatim Dibubarkan Aparat

Next Post

Musda HMI Badko Jatim Belum Selesai?

Related Posts

Pondasi Sistem Logistik Nasional: Refleksi Pengabdian dan Estetika Konstitusi
Opini

Pondasi Sistem Logistik Nasional: Refleksi Pengabdian dan Estetika Konstitusi

April 26, 2026
BGN Kaji Efesiensi Anggaran
Artikel

Audit Triliunan dan Rapuhnya Negara: Mengapa Kebocoran Fiskal Terus Berulang?

April 23, 2026
Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?
Artikel

Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?

April 6, 2026
Default

Menjaga Marwah Bhayangkara: Mengapa Independensi Polri Adalah Harga Mati

Januari 30, 2026
Opini

Menagih Janji di Balik Sepatu Bot Pramono: Mengapa Jakarta 2026 Masih Menjadi Kolam Raksasa?

Januari 24, 2026
Opini

Lumbung Pangan di Balik Jeruji: Saat Penjara Menyuplai Piring Rakyat

Januari 19, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Ketua Pemuda Muncar Bergerak Icha Soroti Korupsi BGN dan Pelemahan Rupiah

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

TERPOPULER

Ketua Pemuda Muncar Bergerak Icha Soroti Korupsi BGN dan Pelemahan Rupiah

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved